Skip to main content

PENCIPTAAN TUHAN (Kejadian 1:1-31 dan 2:1-3)



Pada mulanya Allah menjadikan segala sesuatu yang ada di dunia ini. Semua diciptakannya dengan indah dan penuh kasih. Allah menciptakan dengan ketulusan hati sehingga apapun yang Ia ciptakan baik dan sangat amat baik.

Allah menciptakan Langit dan Bumi selama enam hari dan berhenti pada hari ketujuh sebagai waktu untuk beristirahat. Pola pekerjaan Allah ini menggambarkan keadaan manusia dalam melakukan aktifitas selama enam hari dan berhenti pada hari ketujuh untuk beristirahat, yaitu beribadah kepada Tuhan. adapun hari dan apa yang diciptakan Tuhan selama enam hari dapat kita lihat melalui tabel berikut berdasarkan Kejadian 1-2:3.

HARI
PENCIPTAAN
PERTAMA
Terang (siang) dan gelap (malam) 1:3-5
KEDUA
Langit (1:6-8)
KETIGA
Darat dan laut
Tumbuhan berbiji dan pohon buah-buahan (1:9-13)
KEEMPAT
Benda penerang, yaitu Matahari untuk siang hari dan Bulan untuk malam, beserta bintang-bintang untuk ditempatkan di cakrawala untuk menerangi bumi (1:14-19)
KELIMA
Burung, binatang laut (1:20-23)
KEENAM
Ternak, binatang melata dan binatang liar
Manusia (laki-laki dan perempuan) untuk berkuasa atas ikan-ikan dilaut, burung diatas udara dan segala binatang yang merayap di Bumi (1:24-31)
KETUJUH
Allah berhenti dari pekerjaan-Nya dan memberkati semua ciptaan-Nya (2:1-3)

Perlu diketahui bahwa setiap penciptaan yang dilakukan oleh Allah selalu di lihat kembali atau dievaluasi (1:10, 12, 18, 25 dan 31).

AKTIFITAS
1.     Anak-anak diajak keluar ruangan untuk melihat bunga-bunga atau hewan-hewan untuk diamati
2.     Tanyakan kepada anak-anak, siapakah yang menciptakannya? Jika mereka belum tahu, maka guru diharapkan menjelaskannya kembali
3.     Anak-anak diharapkan menuliskan lima saja, yang Tuhan ciptakan.
4.     Anak-anak diharapkan menghargai ciptaan Tuhan
5.     Anak-anak menyadari bahawa dirinya adalah ciptaan Tuhan yang sangat baik.

Comments

Popular posts from this blog

PERKEMBANGAN TEOLOGI PERJANJIAN LAMA

PERMULAAN DAN PERKEMBANGAN TEOLOGI PERJANJIAN LAMA Teologi perjanjian lama tidak pernah terlepas dari teologi alkitabiah dan telah mengalami perkembangan, yaitu: a.       Sejak reformasi hingga pencerahan Prinsip golongan Protestan “sola scriptura” (hanya dengan alkitab saja) menjadi sorak peperangan dari gerakan reformasi terhadap teologi skolastik dan tradisi kekuasaan gereja dengan memberikan sumber perkembangan teologi alkitabiah dalam penafsiran alkitab ( sui ipssius ). Teologi alkitabiah dipakai dalam dua arti, yaitu 1)sebuah teologi yang ajarannya bersumber dan berdasarkan alkitab saja; 2) teologi yang dikandung oleh alkitab itu sendiri. Hermeneutika Luther “sola scriptura” serta prinsipnya “was Christum treibet” dan juga dualisme antara isi dan jiwa menghalanginya untuk mengembangkan teologi alkitabiah.   Kemudian dikembangkan oleh O. Glait dan Andreas Fischer, kemudian Walfgang Jacob Christman dalam bukunya yang berjudul Teutsche...

ENGKAU BERHARGA DI MATA ALLAH (Yesaya 43:1-7)

Saya menyapa saudara/saudari yang terkasih didalam nama Tuhan, “syalom”. Saya bersyukur kepada Tuhan dan saya juga berterimakasih kepada bapak gembala dan ibu gembala , yang telah memberikan saya kesempatan untuk menyampaikan firman Tuhan pada pagi hari ini untuk kita semua. Saya membawa renungan dari Kitab Yesaya 43:1-7.   Kita akan baca ayat ini, dan saya minta ayat yang ganjil dibacakan oleh pria dan ayat yang genap dibacakan oleh wanita. Tema yang saya bawakan untuk kita hari ini yaitu “engkau berharga dimata Allah”.   Ilustrasi : Sebelum saya menyampaikan firman Tuhan, saya pernah menonton sebuah film, Dimana dalam sebuah film ini menceritakan tentang seorang pria yang hebat, dia selalu juara 1 dalam memenangkan perlombaan baddminton, dengan kehebatan yang dia miliki dia sangat dikagumi oleh banyak orang dan dipandang orang dengan berharga karena dia membawa nama Negaranya. Namun, dengan beberapa tahun kemudian, karena dia sedang mengalami penyakit dia terpaksa ...

PSL-7 AKU ADA KARENA DIA ADA

Aku hidup dan ku ada, kar’na Tuhan ada. Bahwa aku bisa s’mua, kar’na Dia ada.       Aku hidup dan ku ada, kar’na Tuhan ada. Bahwa aku bisa s’mua, kar’na Dia ada.       Aku hidup dan ku ada, kar’na Tuhan ada. Bahwa aku bisa s’mua, kar’na Dia ada.