Apakah
Allah menginspirasikan alkitab atau diturunkan oleh Allah sendiri kepada
manusia?. hal ini merupakan perdebatan dikalangan para teolog, apakah alkitab
ini benar-benar inspirasi Allah, Firman Allah atau hanya tulisan manusai
tentang Allah. namun perlu diketahui bahwa dalam pengnspirasian Allah memakai
manusia untuk menulis firman-Nya, karena Allah menyatakan diri-Nya kepada
manusia dan memakai bahasa manusia. alkitab adalah firman Allah tanpa salah dan
menuliskan segala sesuatu tentang segala yang ada, mulai dari awal sampai pada
akhirnya. Dalam artikel ini, penulis hanya menulis tentang inspirasi saja,
sedangkan pandangan tentang penginspirasian hanya dibahas sedikit saja. Penulis
akan membahasnya di tulisan berikutnya.
Inspirasi
Alkitab merupakan pimpinan Roh Kudus dalam membimbing, menuntun dan mengarahkan
para penulis untuk menulis Firman Allah dalam keadaan sadar atau tanpa
menghilangkan gaya dan kepribadian mereka. Penulis disini bukanlah sebagia
robot yang tidak tahu apa-apa, hanya dipakai saja tanpa mengalaminya melainkan
sadar dan memakai akal sehat. Karya Allah dalam memakai para penulis dengan
penuh hikmat dan pengertian serta kebenaran. Sebab yang menuntun para penulis
ini adalah Roh Kudus sendiri atau Allah sendiri dan bukan sesuka hati penulis
dalam menguraikannya. Sehingga hasil dari tulisn tersebut diyakini firman Allah
tanpa salah dan diakui kebenarannya sampai sekarang.
Inspirasi
diberikan Allah untuk mencatat segala sesuatu tentang diri-Nya dan karya
ciptaan-Nya. Dengan kata lain Allah membritahu diri-Nya sendiri kepada manusia
secara langsung melalui pengilhaman dan pewahyuan kepada para penulis yang
sudah dipilih dan ditentukan oleh Allah sendiri tanpa campur tangan manusia
dalam memilih siapa penulisnya atau menawarkan diri, walaupun penulis tersebut
terlibat dalam keadaan sadar dalam mengikuti seluruh perintah Allah dalam
mencatatnya.
Inspirasi
merupakan bukti bahwa Alkitab adalah hasil dari pemikiran Allah yang
disampaikan kepada manusia, sehingga keakuratan dari wahyu Allah dapat
dipastikan valid di segala abad. Karena Allah selalu eksis dalam setiap zaman,
sebab Ia adalah Maha Hadir dan tidak pernah mati. Keaslian alkitab sebagai
firman Allah patut dipercaya dan bisa dipertangungjawabkan, sebab berotoritas,
autograraf yang asli dan tidak pernah lenyap melewati waktu dan para
pemusnahnya. Setiap orang yang ingin memusnahkan Alkitab mati dan berlalu,
namun Alkitab tidak pernah lenyap dan dapat kita baca, renungkan sampai saat
ini. Sejarah mengenai pemusnahan alkitab,
dapat kita baca didalam buku-buku sejarah, terutama buku sejarah gereja.
Para
ahli mendifinisikan inspirasi alkitab, seperti Charles R. Ryrie, Edward J.
Young dan lain-lain (lihat buku The Moody Handbook of Theology –
Bibliologi: Doktrin Alkitab ). Dari definisi tersebut Paul Enns menarik sebuah kesimpulan yang merupakan inti dari
pertnyaan para teolog tersebut yang tersirat didalam setiap pemahaman mereka,
yaitu:[1]
1. Unsur
ilahi: Roh Kudus memimpin inspirasi tersebut sehingga dijamin keakuratan dari
tulisan
2. Unsur
manusia: menulis sesuai gaya dan kepribadian para penulis
3. Hasil:
tulisan manusia yang dipimpin oleh Roh Kudus merupakan kebenaran Allah tanpa
salah
4. Seleksi:
setiap kata diseleksi oleh para penulis
5. Inspirasi
berhubungan dengan manuskrip asli
Dari
definisi diatas, saya sendiri mendefinisikan inspirasi alkitab sebagai
pewahyuan alkitab secara langsung kepada para penulis, yang dipimpin oleh Allah
yaitu Roh Kudus sehingga tanpa salah dan asli.
Kata
inspirasi muncul didalam kitab suci di I
Timotius 3:16; 2 Petrus 1:21 diterjemahkan sebagai napas Allah atau
dinafaskan oleh Allah. ada beberapa pandangan tentang inspirasi, yaitu:
1. Inspirasi
natural, adalah tidak ada inspirasi yang supra natural dalam Inspirasi biblika
2. Inspirasi spiritual, adalah orang Kristen yang mana
saja penuh pengabdian dengan iluminasi Roh Kudus dapat menulis alkitab
3. Inspirasi
parsial atau dinamik, adalah bagian
alkitab yang berhubungan dengan iman dan praktis diinspirasikan, sedangkan
sejarah, ilmu pengetahuan, kronologi dan yang tidak berkaitan dengan iman bisa
salah.
4. Inspirasi
konseptual, adalah bahwa konsep yang diinspirasikan bukan kata-kata tidak
Diinspirasikan.
5. Didikte
oleh Allah, adalah Allah mendikte secara langsung kitab suci dan manusia
menulis secara pasif.

Comments
Post a Comment