Skip to main content

APAKAH ADA PREDESTINASI.?



Predestinasi merupakan penentuan yang dilakukan oleh Allah supaya manusia memperoleh keselamatan. Penentuan keselamatan manusia ditentukan oleh Allah didalam Yesus Kristus  yang telah memeberikan berkat rohani dari sorga, untuk memilih umat kepunyaan-Nya yang kudus dan tidak bercacat dihadapan Allah. sehingga penentuan keselamatan dilihat didalam Yesus Kristus dan bila kita membaca Yohanes 3:16, keselamatan itu diperoleh hanya karena iman saja kepada Yesus Kristus sebagai Tuhan dan juruslamat didalam kehidupan setiap orang percaya.

Ada tiga hal yang perlu diperhatikan didalam predetinasi adalah
1)     kamutlakan kedaulatan Allah;
2)     tujuan predestinasi dan isinya adalah pelayanan;
3)     predestinasi tidak megesampingkan tangungjawab manusia.

predestinasi sering disalah mengerti oleh beberapa orang, karena mereka beranggapan bahwa Allah itu PILIH KASIH  sebab Ia sudah menentukan pada mulanya orang-orang yang ingin diselamatkan dan yang akan dibinasakan. Mengapa Allah berbuat demikian, Allah mempermainkan manusia, Allah seperti sutradara yang mengetahui semua proses perfilm-an dan melihat-lihat saja tanpa melakukan upaya untuk menyelamatkan manusia yang berdosa. Manusia hanya hidup dalam permainan Allah. Keselamatan hanya diperoleh oleh karena anugerah, tanpa Allah memberikan manusia, maka ia tidak dapat percaya dan tidak bisa memperoleh kehidupan yang kekal itu.

Pandangan tersebut adalah salah, sebab Allah adalah kasih mengasihi setiap manusia yang berdosa, sehingga ia memberikan anaknya yang tunggal supaya mereka yang percaya beroleh kehidupan kekal. Allah telah memberikan keselamatan universal, namun keselamatan diterima mausia secara individu melalui iman.

Allah adalah adil dimana ia menghukum setiap orang yang tidak percaya dan akan binasa. Allah menentukan orang yang selamat didalam Yesus Kristus sebelum dunia dijadikan, yaitu dipandang dari iman orang tersebut.

Comments

Popular posts from this blog

PERKEMBANGAN TEOLOGI PERJANJIAN LAMA

PERMULAAN DAN PERKEMBANGAN TEOLOGI PERJANJIAN LAMA Teologi perjanjian lama tidak pernah terlepas dari teologi alkitabiah dan telah mengalami perkembangan, yaitu: a.       Sejak reformasi hingga pencerahan Prinsip golongan Protestan “sola scriptura” (hanya dengan alkitab saja) menjadi sorak peperangan dari gerakan reformasi terhadap teologi skolastik dan tradisi kekuasaan gereja dengan memberikan sumber perkembangan teologi alkitabiah dalam penafsiran alkitab ( sui ipssius ). Teologi alkitabiah dipakai dalam dua arti, yaitu 1)sebuah teologi yang ajarannya bersumber dan berdasarkan alkitab saja; 2) teologi yang dikandung oleh alkitab itu sendiri. Hermeneutika Luther “sola scriptura” serta prinsipnya “was Christum treibet” dan juga dualisme antara isi dan jiwa menghalanginya untuk mengembangkan teologi alkitabiah.   Kemudian dikembangkan oleh O. Glait dan Andreas Fischer, kemudian Walfgang Jacob Christman dalam bukunya yang berjudul Teutsche...

ENGKAU BERHARGA DI MATA ALLAH (Yesaya 43:1-7)

Saya menyapa saudara/saudari yang terkasih didalam nama Tuhan, “syalom”. Saya bersyukur kepada Tuhan dan saya juga berterimakasih kepada bapak gembala dan ibu gembala , yang telah memberikan saya kesempatan untuk menyampaikan firman Tuhan pada pagi hari ini untuk kita semua. Saya membawa renungan dari Kitab Yesaya 43:1-7.   Kita akan baca ayat ini, dan saya minta ayat yang ganjil dibacakan oleh pria dan ayat yang genap dibacakan oleh wanita. Tema yang saya bawakan untuk kita hari ini yaitu “engkau berharga dimata Allah”.   Ilustrasi : Sebelum saya menyampaikan firman Tuhan, saya pernah menonton sebuah film, Dimana dalam sebuah film ini menceritakan tentang seorang pria yang hebat, dia selalu juara 1 dalam memenangkan perlombaan baddminton, dengan kehebatan yang dia miliki dia sangat dikagumi oleh banyak orang dan dipandang orang dengan berharga karena dia membawa nama Negaranya. Namun, dengan beberapa tahun kemudian, karena dia sedang mengalami penyakit dia terpaksa ...

PSL-7 AKU ADA KARENA DIA ADA

Aku hidup dan ku ada, kar’na Tuhan ada. Bahwa aku bisa s’mua, kar’na Dia ada.       Aku hidup dan ku ada, kar’na Tuhan ada. Bahwa aku bisa s’mua, kar’na Dia ada.       Aku hidup dan ku ada, kar’na Tuhan ada. Bahwa aku bisa s’mua, kar’na Dia ada.