Skip to main content

ENGKAU BERHARGA DI MATA ALLAH (Yesaya 43:1-7)



Saya menyapa saudara/saudari yang terkasih didalam nama Tuhan, “syalom”. Saya bersyukur kepada Tuhan dan saya juga berterimakasih kepada bapak gembala dan ibu gembala , yang telah memberikan saya kesempatan untuk menyampaikan firman Tuhan pada pagi hari ini untuk kita semua. Saya membawa renungan dari Kitab Yesaya 43:1-7.  Kita akan baca ayat ini, dan saya minta ayat yang ganjil dibacakan oleh pria dan ayat yang genap dibacakan oleh wanita.
Tema yang saya bawakan untuk kita hari ini yaitu “engkau berharga dimata Allah”.  
Ilustrasi : Sebelum saya menyampaikan firman Tuhan, saya pernah menonton sebuah film, Dimana dalam sebuah film ini menceritakan tentang seorang pria yang hebat, dia selalu juara 1 dalam memenangkan perlombaan baddminton, dengan kehebatan yang dia miliki dia sangat dikagumi oleh banyak orang dan dipandang orang dengan berharga karena dia membawa nama Negaranya. Namun, dengan beberapa tahun kemudian, karena dia sedang mengalami penyakit dia terpaksa tidak mengikuti perlombaan atlet badminton lagi, sehingga pengagumnya berkurang dan berpihak kepada oranglain, dan bahkan juga dia dianggap rendah dan tidak berarti.

Kalpeng : benar bahwa ada banyak orang yang menganggap kita berharga dengan kehebatan yang kita miliki, namun lebih lagi bahwa Allah menganggap umatNya berharga baik dalam kelebihan dan kekurangan yang kita miliki.

Arah khotbah : seperti apakah bukti yang Tuhan nyatakan bahwa umatNya berharga dimata-Nya menurut yesaya 43:1-7 ?
Kaltem : adapun kebenaran bahwa Engkau berharga dimata Allah menurut Yesaya 43:1-7 adalah sebagai berikut :
Saya memberi beberapa poin dari Yesaya 43:1-7 bahwa kita berharga dimata Allah ialah :
Allah menebus kita dengan darahNya yang mahal, yang telah rela mati di kayu salib oleh karena dosa-dosa umat-Nya. Terbukti bahwa betapa berharganya hidup kita di mata Tuhan meskipun kita dipandang ‘sebelah mata’ oleh manusia. Ingat, Tuhan tetap menyertai kita dalam kondisi apa pun dan sudah sepatutnya kita mempersembahkan kehidupan kita untuk memuliakan Dia.
1.      Tuhan menebus umatNya (1b)
1.1  Melalui pengorbanan-Nya
Kalau kita melihat kehidupan dari bangsa Israel, dimana bangsa israel sering memberontak kepada Tuhan dan bahkan menyembah berhala tetapi walaupun bangsa Israel sering melakukan kejahatan dengan berulangkali dihadapan Tuhan, Tuhan tetap mengasihi bangsa israel. Sama halnya dengan kehidupan kita sekarang ini begitu banyak kejahatan yang kita perbuat dimata Tuhan tapi Tuhan tetap mengampuni kita dan mengasihi kita bahkan menebus kesalahan kita. Dan untuk itu Dengan sebagai ucapan syukur kepada-Nya. Bahwa kita jangan lupa akan  pengorbanan Tuhan yang telah menyerahkan diriNya disalib oleh Karena kita.  
2.      Tuhan memanggil dan  menjadikan kita menjadi umat kepunyaan-Nya (1c)
Bangsa Israel adalah umat kesayangan Tuhan dan umat kepunyaan-Nya, walaupun bangsa Israel tidak setia kepada Tuhan, Tuhan tetap setia kepada bangsa Israel. Dan terbukti pada saat ini untuk kita yang ada di tempat ini Tuhan memanggil kita menjadi hamba-Nya dan menjadikan kita kepunyaan-Nya maka patutlah kita memberikan yang terbaik untuk Tuhan bukan karena kesibukan kita dalam pelayanan melainkan bagaimana hati kita melayani Tuhan dengan sepenuh hati.
Untuk apa kita dipanggil?
2.1 Kita dipanggil untuk menjadi milik Kristus dan Kita dipanggil untuk memuliakan Allah.  
Walaupun kita banyak melakukan kejahatan dihadapan Tuhan, melalukan yang tidak berkenan dihati Tuhan , Tuhan masih menjadikan kita sebagai kepunyaanNya dan mau menerima kita apa adanya.

3.      Tuhan menyertai umat-Nya (ay. 2)
Kalau kita mengetahui perjalanan bangsa Israel Tuhan begitu nyata dalam kehidupannya, mulai dari penjajahan bangsa Mesir terhadap bangsa Israel dan perjalanannya dipadang gurun, sungguh luar biasa dan bahkan diayat ke 2 ini dikatakan, Apabila engkau menyeberang melalui air, aku akan menyertai engkau, atau melalui sungai-sungai engkau tidak akan dihanyutkan, apabila engkau berjalan melalui api, engkau tidak akan dihanguskan, dan nyala api tidak akan membakar engkau. Ayat ini sangat jelas bahwa penyertaan Tuhan itu nyata dalam kehidupan manusia , Dia tidak membiarkan umat-Nya terjatuh.
Saudaraku yang terkasih, mungkin selama ini kita tidak pernah memikirkan sama sekali dan bahkan tidak pernah kita mempertanyakan hal ini dalam hati kita yaitu, “mengapa manusia begitu berharga di mata Allah, dan mengapa Allah begitu mengasihi manusia? 

Kita hanya memandang pribadi kita dengan sebatas kemampuan kita , tanpa sadar kita selalu berkata :
1.      Tuhan mengapa engkau menciptakan aku dengan keadaan cacat,
2.      mengapa aku harus menderita
3.      mengapa aku tidak sepintar seperti temanku
4.      mengapa aku tidak secantik temanku
5.      mengapa aku tidak sekaya temanku

mengapa… mengapa… dan mengapa ?
tanpa sadar kita mempersalahkan Tuhan , tanpa sadar kita tidak yakin kepada Tuhan dengan kehidupan yang kita alami dan tanpa sadar kita tidak mensyukuri apa yang ada dalam diri kita.
Teman-teman sudah sepatutnya hati kita berlimpah dengan syukur dan berhentilah untuk mengeluh dan bersungut-sungut dengan kondisi kita yang mungkin menurut kita tidak sebanding dengan orang-orang yang di luar Tuhan, dan seburuk apapun kehidupan kita, mungkin dimasa lalu kita adalah orang yang jahat suka mencuri, memberontak, perokok, pemabuk tapi teman-teman satu hal yang perlu kita tahu seperti yang sudah saya katakan tadi Tuhan menebus kita dan menjadikan kita milik yang berharga dimata-Nya. Tetaplah bersyukur sebab dengan bersyukur kepada Tuhan kita akan semakin kuat di dalam Dia dan itulah awal dari karya Roh Kudus dalam hidup kita.
Teman-teman Adalah suatu kebanggaan tersendiri apabila kita mendapat hormat, pujian dan penghargaan dari sesama kita karena kesuksesan atau prestasi yang telah kita raih.  Contoh:  Keberhasilan saat menyelesaikan studi.  Semua teman dan keluarga kita mengucapkan selamat dan penghargaan atas keberhasilan yang sudah dicapai.  Tapi, apakah kita pernah menyadari bahwa kita ini sangat berharga di mata Tuhan?  Tuhan tidak pernah memandang rupa, jabatan, atau kekayaan yang kita miliki. Jika teman-teman mencermati ayat demi ayat banyak yang perlu kita pelajari dan renungkan bersama-sama tentang BETAPA BERHARGANYA bangsa Israel dan kita sebagai umat tebusanNya di mata Tuhan.
Dalam yesaya 43:1-7 Tuhan berjanji memberkati Israel dengan pemulihan yang menyenangkan, yang diberikan karena kasih-Nya dan yang bekerja melalui penebusan. Disini Allah mengungkapkan kasih-Nya untuk Israel.

Kesimpulan : saudara/saudari Mari kita menyadari bahwa kita berharga dimata Tuhan sehingga kita bisa menghargai diri sendiri, menghargai Tuhan yang telah menciptakan kita, dan kita telah dipanggil untuk menjadi milikNya. Kalau selama ini kita minder, rendah diri, melihat citra diri yang jelek, mulai sekarang, ubahlah semuanya itu. Sebab ALLAH melihat kita itu sungguh berharga di mata-NYA. Bagaimanapun rupa kita, status sosial kita, kedudukan kita, atau masa lalu kita, ALLAH tetap memandang kita sebagai milik-NYA yang paling berharga.

Comments

Popular posts from this blog

PERKEMBANGAN TEOLOGI PERJANJIAN LAMA

PERMULAAN DAN PERKEMBANGAN TEOLOGI PERJANJIAN LAMA Teologi perjanjian lama tidak pernah terlepas dari teologi alkitabiah dan telah mengalami perkembangan, yaitu: a.       Sejak reformasi hingga pencerahan Prinsip golongan Protestan “sola scriptura” (hanya dengan alkitab saja) menjadi sorak peperangan dari gerakan reformasi terhadap teologi skolastik dan tradisi kekuasaan gereja dengan memberikan sumber perkembangan teologi alkitabiah dalam penafsiran alkitab ( sui ipssius ). Teologi alkitabiah dipakai dalam dua arti, yaitu 1)sebuah teologi yang ajarannya bersumber dan berdasarkan alkitab saja; 2) teologi yang dikandung oleh alkitab itu sendiri. Hermeneutika Luther “sola scriptura” serta prinsipnya “was Christum treibet” dan juga dualisme antara isi dan jiwa menghalanginya untuk mengembangkan teologi alkitabiah.   Kemudian dikembangkan oleh O. Glait dan Andreas Fischer, kemudian Walfgang Jacob Christman dalam bukunya yang berjudul Teutsche...

PSL-7 AKU ADA KARENA DIA ADA

Aku hidup dan ku ada, kar’na Tuhan ada. Bahwa aku bisa s’mua, kar’na Dia ada.       Aku hidup dan ku ada, kar’na Tuhan ada. Bahwa aku bisa s’mua, kar’na Dia ada.       Aku hidup dan ku ada, kar’na Tuhan ada. Bahwa aku bisa s’mua, kar’na Dia ada.