Skip to main content

ANALISA DI INDONESIA


Misi perlu dilakukan oleh setiap manusia karena misi adalah hati-Nya Allah. Dari kitab Kejadian sampai Wahyu kasih Allah secara konsisten terus dinyatakan kepada manusia berdosa supaya mereka memperoleh keselamatan. Keseriusan Allah dalam bermisi dapat dilihat dari istilah “mengutus” dan “mengirim” (Lukas 10:1-2) orang-orang percaya untuk terlibat dalam misi Allah bagi dunia. Orang percaya tersebut berkumpul dalam suatu perkumpulan yang disebut gereja, walaupun gereja dalam istilah sebenarnya adalah pribadi dari setiap orang percaya itu sendiri.

 Misi gereja menurut David Bosch tidak dapat dilepaskan dari missio dei dan gereja sendiri tidak mempunyai misi karena Allah yang mempunyai misi. Allah bermisi melalui gerejanya dengan memberikan tugas, supaya berupaya mengukuhkan kehidupan setiap manusia, khususnya didalam diri  Yesus dengan menyimbolkan tangungjawab tersebut melalui terang salib-Nya, artinya menderita atau menangung risiko demi orang lain supaya misi Allah di dunia ini dapat diwujudkan.

Kristen merupakan agama minoritas di indonesia sehingga banyak tantangan atau masalah dalam melakukan misi. Ada dua presepsi tentang keadaan umat Kristen, yaitu:
a.      Mengemuka dikalangan orang bukan Kristen. Perkembangan komunitas Kristen menimbulkan kegelisahan bagi masyarakat sekitar sehingga banyak orang yang keberatan jika membangun rumah ibadah.
b.     Orang Kristen semakin tertindas, terancam dan tersingkir sebab masayrakat yang tidak menyukai kekristenan dengan cara melecehakan dan meremehkan gereja, terlebih lagi adanya peperangan antarpenganut agama. Selain itu juga, gereja diitimidasi dengan mengebom sejumlah gedung gereja. Menurut majalah KDP melaporkan 1030 tempat ibadah Kristen dibakar, ditutup dan dirusak antara Desember 1995 dan Desember 2008.
Indonesia sudah berada pada zaman globalisasi dan telah bebas dari imperialisme dan kolonialisme asing, namun tetap saja berada dalam ancaman dan rongrongan dari dalam maupun luar Indonesia. Ancaman tersebut terjadi karena kemajemukan yang ada diwilayah indonesia dari segi budaya, adat, suku, bahasa dan agama sebagai hal yang sering diperdebatkan pada zaman ini. Perbedaan agama tersebut saling mengklaim bahwa agamanya yang benar dan paling terutama bagi agama Kristen dan Islam. Pencarian kebenaran agama atau ajaran siapa yang benar tersebut dapat kita lihat melalui diskusi-diskusi lintas agama atau debat-debat teologis yang bisa kita saksikan di You Tube, Facebook, Televisi, Intagram, Whats App dan artikel-artikel. Kekristenan Indonesia bergumul dalam fakta plularitas agama dan harus berusaha keluar dari beban sejarah konflik kekristenan dengan agama-agama lain yang dilatar belakangi oleh bangsa Barat untuk menguasai dunia pada masa kolonial dengan memakai nama Kristen. Konflik dan kekerasan bernuasa keagamaan melibatkan Kristen dan Islam secara khusus setelah berakhirnya kekuasaan rezim Orde Baru,  sehingga agama Islam salah satu penghalang pertumbuhan Gereja dan penginjilan. Bahkan kedua agama ini yang terus menerus melakukan misi dan penginjilan di Indonesia, sedangkan agama lain hanya sedikit bahkan tidak ada sama sekali. Dari hal tersebut dapat kita lihat bahwa di Indonesia khusnya, pekerjaan misi hanya dilakukan oleh kedua kelompok ini terus  menerus dan saling mencari daerah baru yang belum mengenal agama mereka atau masih menganut agama suku, seperti di daerah pendalaman papua.

CARA GEREJA BERMISI
Kemajemukan agama yang ada di Indonesia seharusnya membuat para teolog Kristen mengembangkan teologi agama-agama yang selama ini telah dirintis dan dikembangkan disekolah-sekolah teologi dengan memperhatikan agama lain dalam berteologi. Perhatian terhadap agama lain mempengaruhi pemahaman misi dalam menyampaikan injil. Salah satu cara gereja bermisi menurut John Ruck & dkk dalam bukunya Jemaat yang Misioner yaitu:
a.      Bersaksi dengan setia dan berani tentang injil keselamatan yang benar, berkuasa dan satu-satunya yang dianugerahkan melalui Yesus Kristus karena misi agung Allah sendiri.
b.     Bersaksi melalui kehidupan, perbuatan dan perkataan yang sangat peduli aka kesusahan dan penderitaan yang sangat peduli akan kesusahan dan penderitaan yang disebabkan bencana alam, kemiskinan, konflik, korupsi dan hak asasi manusia.
c.      Bersaksi melalui talenta dan panggilan dimanapun berada
d.     Bersaksi melaui kemitraan dengan jemaat, gereja, persekutuan dan lembaga manapun yang sehati sepikir dalam Kristus demi pekerjaan kerajaan Allah
e.      Bersaksi dari mana-mana dan kemana-mana dengan memperhatikan kebutuhan orang yang belum terlayani
f.      Bersaksi melalui pelayanan setempat dan lintas budaya
g.     Bersaksi melalui pertumbuhan organisme jemaat yang berkualitas serta pengorganisasian melalui berbagai sturuktur seperti pelayanan kategorial, sektor, kelompok kecil, pos dan jemaat rumah
h.     Bersaksi dengan iman, pengharapan dan kasih serta sukacita dan berbuat baik kepada orang lain sekalipun dianiaya dan menderita.
i.       Bersaksi melalui kepemimpinan dan pelayanan yang kreatif, menggunakan informasi terbaru, mengantisipasi perkembangan yang pesat dalam dunia yang semakin cepat berubah serta siap menghadapi setiap masalah-masalah yang muncul
Di Indonesia sendiri, gereja bermisi dengan cara pergi kedaerah-daerah suku-suku terabaikan untuk melakukan penginjilan ditempat itu dan mendirikan pos misi sebagai tempat menetap disana. Di pos tersebutlah orang-orang misi memikirkan apa-apa saja yang perlu dilakukan dan dibutuhkan dalam membangun dan melakukan misi didaerah yang telah dikunjungi dan ditempati. Biasanya badan misi mendatang sekolah-sekolah untuk kebangunan Rohani dan sekaligus pengnjilan bagi yang mengenal Tuhan.


PERGERAKAN MISI DI INDONESIA
Penggerak misi bukan uang atau kemampanan organisasi melainkan Roh kudus yang diberikan kepada setiap orang percaya untuk mempunyai kuasa supaya menjadi saksi Kristus. Ada beberpa hal yang harus diperhatikan oleh orang Kristen di Indonesia, supaya berdoa bagi badan misi asing yang ada di Indonesia, yaitu:
a.      Penerbangan untuk misionaris karena beberapa pekerjaan misi di Kalimantan, Sulawesi dan Papua hampir mustahil dapat dilakukan tanpa sarana penerbangan.
b.     Pelayanan praktis atau pengmbangan masyarakat, kesehatan, pendidikan dan pemberian bantuan sebagai pembuka pintu bagai pekabaran injil
c.      Radio Kristen digunakan di hutan-hutan tadahn hujan yang lebat membuat komunitas-komuitas di perdesaan menjadi terpencil dan terlalu sedikit pendeta yang melayani di dilayah-wilayah tersebut. Radio sangat diperlukanm untuk menjangkau dan memuridkan masyarakat di tempat seperti ini.
Gereja bermisi dengan cara pergi kedaerah pedalaman dengan mendirikan badan misi disana, salah satunya didaerah Papua yang didirikan oleh Tamo[1] seorang Mahasiswa Teolog. Gerakan misi yang dilakukan dengan pendekatan rumah kerumah dan mencoba membagikan snack, baju atau alkitab. Badan misi Rugo[2] mendirikan tempat sebagai kantor pusat dari misi yang didirikan sebagai titik kumpul anggota misi setelah melakukan perjalanan pengnjilan kedaerah-daerah sekitarnya.
Dari hal tersebut dapat kita lihat bahwa misi Indonesia lebih berfokus bergerak ke daerah-daerah yang belum mengenal agama Kristen dan masih memegang agama suku. Dengan mengutus setiap misioner kedaerah yang sudah ada kantor misi untuk memulai aktivitas pengnjilan mulai dari tempat tersebut. Perlu diperhatikan bahwa gereja bermisi sangatlah lama pertumbuhannya di Indonesia sangatlah terhambat, akibat dari saudara sepupu Kristen yaitu Islam juga melakukan misinya ditempat yang sama, sehingga mau tidak mau gereja harus  melakukan cara yang baik dalam mendekatkan diri untuk memberitakan injil.

Misi  gereja di Indonesia terkadang takut dalam melakukan mis karena tantangan yang kuat dari orang-orang yang tidak menyukai kekristenan berkembang, sehingga mereka berusa untuk menghalangi pergerakan misi tersebut dengan cara ikut bermisi didaerah yang sama, memberikan daya tarik yang lebih efektif daripada metode pengnjilan Kristen. Banyak gereja karena tidak memiliki dana yang banyak untuk membiayai misi, mengakibatkan setiap titik pos misis di Indonesia ditinggalkan oleh para misisoner untuk kembali kedaerah asalanya dan bekerja dan menjadi jemaat biasa dalam suatu gereja dimana ia ikut beribadah.

Pengnjilan di Indonesia juga sering kehilangan inti dari yang dilakukan karena, sebab mereka melaksanakannya penuh iman dan semangat untuk kemuliaan Tuhan namun tidak ada berita injil didalamnya. Contoh: orang-orang Kristen atau misi sering membagikan makanan kepada setiap orang yang belum mengenal Tuhan untuk mencukupi kebutuhan secara jasamani, tapi secara rohani mereka tidak memberikannya. Ada beberapa orang berkata bahwa, cukup saja tindakan dan gaya hidup kita yang orang tidak percaya lihat, dengan demikian kita menjadi berkat bagi mereka. Namun permasalahannya, jika hanya melihat gaya hidup kita orang percaya dilihat terus menerus, maka mereka hanya menyukai kita namun injil dari Yesus Kristus mereka tidak dapat.

Gereja harus bermisi untuk menyampaikan kabar baik tentang keselamatan hidup dan jiwa sebagai inti dari semua yang dilakukan sehingga apaupun yang dilakukan selanjutnya untuk menunjang pergerakn misi saja. Sarana pendekatan bermisi memang sangat perlu untuk seorang misi masuk ke komunitas untuk membangun keakraban dan penerimaan dari daerah yang dikunjungi. Dengan demikian dapat memperlancar akses pemberitaan injil, tapi gereja sering lupa dan terhanyut didalam keakraban tersebut sehingga tidak lagi kembali pada fokus utama hal itu dilakukan. Sarana hanya membantu kita dalam menyampaikan injil dan bukan sebagai andalan dalam bermisi, melainkan Roh Kudus dan kebenaran firman Tuhan.

Jadi, pergerakan misi di Indonesia sudah dimulai dari daerah pedalaman dengan mendirikan pos-pos disana. Di daerah perkotaan sendiri gereja sulit melakukannya karena mengingat sudah modren dan banyak orang sibuk dengan pekerjaan sehingga tidak ada waktu untuk melakukan pengnjilan kepada orang-orang yang sudah menjadi tenaga kerja. Perlu diperhatikan bersama, Kristen adalah agama minoritas dan masih terancam dari pihak agama mayoritas dan sering mendpatkan kekerasan bahkan penutupan gereja karena ibadah, apalagi untuk bermisi akan dilakukan hal-hal yang lebih buruk dari padda itu.

HASIL MISI DI INDONESIA

Misi yang dilakukan saat ini mendapatkan hasil yang cukup baik walaupun orang Kristen yang bermisi masih sedikit, mengingat bahaya dalam bermisi. Pembentukan badan misi dan pos-pos misi didaerah tertentu yang telah dijangkuan sebagai wilayah misi, membuat gerakan ini semakin maju walaupun wilayah jangkauannya  masih sedikit. Pergerakan misi yang sudah dilakukan merupakan sebuah titik permulaan dimana gereja-gereja Tuhan merambat dan mnyebar luas dalam melakukan misi.

Bahaya dan ancamna yang dihadapai gereja saat ini, jangan menjadi hambatan dalam meberitakan injil Yesus Kristus, namun menjadi pendorong dan motivasi untuk tetap mau dan bertahan dalam segala ancaman yang ada. Tuhan Yesus pernah berkata bahwa setiap orang yang mengasihi Dia akan melakukan perinta-Nya dan perintah tersebut adalah menjadikan semua bangsa murid-murid-Nya (Matius 28:19-29). Memuridkan setiap orang yang belum menjadi murid Kristus adalah kerinduan Tuhan bagi setiap kita orang-orang percaya.

Untuk meningkatkan gerakan misi lebih baik lagi dari sebelum-sebelumnya maka gereja harus melahirkan para misioner yang terpelajar dan mempunyai kerinduan serta berkomitmen dalam melaksanakannya. Para misioner juga harus diperhatikan oleh gereja dalam hal kebutuhan pribadi mereka dan mendoakan mereka selalu supaya setia dalam melayani Tuhan. dan yang terakhir adalah para misioner harus memperlengkapi diri dengan keahlian dalam bercocok tanam, pendidikan, peternakan dan perkebunan dan dipenuhi Roh Kudus dan Yesus Kristus Tuhan sebagai pegangan kehidupan.

DAFTAR PUSTAKA
Surjantoro, Bagus. 2006. Hati Allah. (Yogyakarta: ANDI Offsite)
Mandryk. 2016. Berdoa Bagi Dunia, (Yogyakarta: Katalis Media)
Yewangoe, Andreas A. & dkk. 2006. Format Rekonstruksi Kekristenan, (Jakarta: Pustaka Sinar Harapan)
Setyawan, Yusak B. & dkk, 2017. Perdamaian dan Keadailan,  (Jakarta: BPK Gunung Mulia)
Tomatala, Yakob, 2003. Teologi Misi (Jakarta: YT Leadershepa Foundation)
Surjantoro, Bagus. 2006. Hati Allah. (Yogyakarta: ANDI Offsite)
Simamora, Ranto G. 2006. Misi Kemanusiaan dan Globalisasi. (Bandung: Ink Media)
Ruck, John & dkk. 2011. Jemaat Misioner, (Jakarta: Yayasan Bina Kasih)
You Tube dan Facebook  






[1] Nama samaran
[2] Nama samaran juga


Comments

Popular posts from this blog

PERKEMBANGAN TEOLOGI PERJANJIAN LAMA

PERMULAAN DAN PERKEMBANGAN TEOLOGI PERJANJIAN LAMA Teologi perjanjian lama tidak pernah terlepas dari teologi alkitabiah dan telah mengalami perkembangan, yaitu: a.       Sejak reformasi hingga pencerahan Prinsip golongan Protestan “sola scriptura” (hanya dengan alkitab saja) menjadi sorak peperangan dari gerakan reformasi terhadap teologi skolastik dan tradisi kekuasaan gereja dengan memberikan sumber perkembangan teologi alkitabiah dalam penafsiran alkitab ( sui ipssius ). Teologi alkitabiah dipakai dalam dua arti, yaitu 1)sebuah teologi yang ajarannya bersumber dan berdasarkan alkitab saja; 2) teologi yang dikandung oleh alkitab itu sendiri. Hermeneutika Luther “sola scriptura” serta prinsipnya “was Christum treibet” dan juga dualisme antara isi dan jiwa menghalanginya untuk mengembangkan teologi alkitabiah.   Kemudian dikembangkan oleh O. Glait dan Andreas Fischer, kemudian Walfgang Jacob Christman dalam bukunya yang berjudul Teutsche...

ENGKAU BERHARGA DI MATA ALLAH (Yesaya 43:1-7)

Saya menyapa saudara/saudari yang terkasih didalam nama Tuhan, “syalom”. Saya bersyukur kepada Tuhan dan saya juga berterimakasih kepada bapak gembala dan ibu gembala , yang telah memberikan saya kesempatan untuk menyampaikan firman Tuhan pada pagi hari ini untuk kita semua. Saya membawa renungan dari Kitab Yesaya 43:1-7.   Kita akan baca ayat ini, dan saya minta ayat yang ganjil dibacakan oleh pria dan ayat yang genap dibacakan oleh wanita. Tema yang saya bawakan untuk kita hari ini yaitu “engkau berharga dimata Allah”.   Ilustrasi : Sebelum saya menyampaikan firman Tuhan, saya pernah menonton sebuah film, Dimana dalam sebuah film ini menceritakan tentang seorang pria yang hebat, dia selalu juara 1 dalam memenangkan perlombaan baddminton, dengan kehebatan yang dia miliki dia sangat dikagumi oleh banyak orang dan dipandang orang dengan berharga karena dia membawa nama Negaranya. Namun, dengan beberapa tahun kemudian, karena dia sedang mengalami penyakit dia terpaksa ...

PSL-7 AKU ADA KARENA DIA ADA

Aku hidup dan ku ada, kar’na Tuhan ada. Bahwa aku bisa s’mua, kar’na Dia ada.       Aku hidup dan ku ada, kar’na Tuhan ada. Bahwa aku bisa s’mua, kar’na Dia ada.       Aku hidup dan ku ada, kar’na Tuhan ada. Bahwa aku bisa s’mua, kar’na Dia ada.