Allah terus menyatakan diri-Nya kepada manusia dalam
berbagai cara dalam berbagia bentuk kepada manusia (bnd. Ibrani 1:1-4).
Pernyataan Allah kepada manusia karena sudah terputusnya hubungan Allah dengan
manusia. kerentana hubungan tersebut, diakibatkan oleh pelanggaran manusia
pertama yaitu Adam dan Hawa karena memakan buah pohon pengetahuan yang baik dan
jahat di tengah-tengah taman di Eden (bnd. Kej. 3). Manusia melanggara aturan
yang telah Tuhan berikan dan lebih menuruti perkataan dari si ular yang
menyesatkan mereka untuk menolak kasih Allah didalam hidup mereka. Keacuhan
manusia terhadap perintah Allah berakibat buruk bagi kelangsungan hidup mereka
dikemudian hari, bahkan menyusahkan seluruh keturunan manusia diseluruh Dunia. Keberdosaan
manusia dihadapan Allah memburukkan keadaan manusia untuk memiliki hubungan
dengan Allah lebih baik atau seperti disediakala padda awal mereka diciptakan,
dimana manusia bersama-sama dengan Allah.
Allah telah menentukan sebuah aturan untuk
ditaati manusia, namun menjadi sebuah
pelanggaran dan malapetaka besar bagi ciptaan-Nya yang sangat baik ini.
Sehingga untuk memulihkan ciptaan itu sesuai dengan harapan pada awal
penciptaan dibutuhkan perantara untuk menuntun manusia mengetahui tujuan Allah
dalam penciptaannya.
Pemulihan hubungan Allah dan manusia melalui pernyataan-Nya
dengan macam cara supaya manusia kembali mengetahui bahwa mereka mendapat
tempat yang sangat berharga dimata Allah, sebab dengan demikian keeratan
keduanya baik. Tindakan tersebut dimulai oleh Kain dan Habel disaat
mempersembahkan kurban kepada Tuhan sebagia ucapan syukur karena berkat Tuhan
atas usaha pertanian dan peternakan mereka. Persembahan kepada Tuhan merupakan
sebuah syukur dan sekaligus jalan untuk mengembalikan ikatan yang sudah jauh
antara ciptaan dengan pencipta. Setelah itu, alkitab tidak memberikan cacatan
kepada kita untuk mengetahui seperti apa hubungan manusia itu kepada Allah.
Manusia kembali lagi menyerukan nama Allah saat Enos lahir (Adam sudah
mempunyai cucu, barulah manusia kembali memuji Allah. merupakan suatu hal sulit
dipercaya, bagaimana manusia semakin jauh dengan penciptanya).
Dari hal tersebut kita mengetahui bahwa tindakan
manusia tidak memberikan progresif dari hubungan tersebut untuk tetap bertahan
padda jalur yang ditentukan Allah tanpa campur tangan Allah sendiri. Usaha
mansuia dalam mencari Allah adalah sia-sia, tanpa ada keikutsertaan Allah dalam
hal tersebut.
Dalam perjalan manusia dan kehidupannya di Bumi,
Comments
Post a Comment