Skip to main content

Hubungan Kepribadian Terhadap Coping (Penanganan) Stres


Stress dialami oleh setiap individu dengan tidak memandang usia dan status sosial mulai dari muda hingga yang tua. Orang yang mengalami stress akan cenderung untuk menarik diri, menjauhi sumber tekanan atau ketegangan atau menggunakan obat-obatan supaya meninggalkan alam sadar dengan itu dapat melupakan masalah atau tekanan yang sedang dihadapi walaupun pada kenyataannya itu hanya bersifat sementara saja.Stress dapat disebabkan oleh keadaan fisik, obat-batan, mokrobioligik, fisiologik, psikis dan emosional. Ada beberapa reaksi terhadap stress yang dilakukan oleh individu baik secara fisiologis maupun biologis atau keadaan tubuh sendiri. Coping stress tergantung pada setiap kepribadian seseorang  bagaimanaia menghadapi hal tersebut, apakah itu dijadikannya sebagai suatu motivasi atau sebagai hambatan untuk mewujudkan cita-citanya. Kepribadain seseorang dibentuk melalui keluarga, lingkuan masyarakat, sekolah dan teman kerja dapat menjadi faktor penentu seseorang dalam menghadapi stress. Apabila stres tidak dapat diatasi dengan cepat atau dibiarkan lama sehingga lama kelamaan akan bertambah dan akan menimbulkan berbagai penyakit bahkan bisa berujung kematian bagi individu tersebut.Dengan mempelajari faktor penyebab stres seseorang dapat lebih berhati-hati atau mengantisipasi, sebab satu saja yang menimbulkan atau menyebabkan adanya stress dapat menimbulkan masalah dalam kehidupannya. Untuk itu stress harus dihadapi secara tegas dengan cara belajar untuk menangani stress atau mengurangi stress hingga tingkat aman. Stress bisa melemahkan tubuh jika dibiarkan secara terus menerus tganpa mencari solusi atau memberikan diri menghadapinya. Banyak penelitian mengatakan bahwa cara mengatasi stress adalah latihan untuk menghilangkan ketegangan pada tubuh seperti lari, renang dll. Humor juga membantu orang untuk mengatasi ketegangan yang dihadapi serta adanya penyesuaian diri atau relaksasi dan umpan balik terhadap stres.

Kata kunci: Kepribadian, Stress, Coping,  penyakit

                          
Latar Belakang Masalah Penelitian     
Stres dialami oleh setiap individu dengan tidak memandang usia dan status sosial[1] yang menganggu keseimbangan hidup seseorang, namun stress membantu seseorang untuk mencapai cita-citanya sebab dapat meningkatkan vitalitas, optimisme, pandangan hidup yang positif, ketahanan mental dan fisik, produktivitas dan kreativitas. Ada beraneka ragam cara setiap orang menghadapi stress seperti menarik diri, menjauhi sumber tekanan atau ketegangan. Secara fisik orang yang sedang mengalami stress akan menyepi, mengurung diri  dan secara psikologi akan melakukan hal-hal yang membuat dirinya senang seperti mabuk, atau menggunakan obat-obatan supaya meninggalkan alam sadar dengan itu dapat melupakan masalah atau tekanan yang sedang dihadapi walaupun pada kenyataannya itu hanya bersifat sementara saja. Sebagian orang menghadapi stres dengan cara mengeluh atau mengalah yaitu bertindak secara pasif supaya semuanya tenang.

Sayle telah melakukan penelitian (1976) bahwa tubuh manusia mengalami respons terhadap tuntunan ekstra yang diterimanya (General adaption syndrome atau dapat disebut GAS) respon fisik dan mental memiliki tiga tahapan spesifik yaitu:[2]
·       Reaksi peringatan yaitu tubuh dihadapkan pada penyebab stress, dimana orang kehilangan arah dan bingung dalam menyelesaikan stress yang dialami sehingga tubuh mengirim hormone-hormon untuk mempersiapkan diri melawan stress. Akibatnya detak jantung dan pernafasan meningkat, menenggangnya otot-otot pada tubuh untuk bertahan serta penyesuaian diri dalam sistem organ secara menyeluruh.
·       Pertahanan yaitu  hormon-hormon dalam tubuh manusia tepatnya didalam darah tetap berada pada tingkat tinggi yang berfungsi untuk menyesuaikan diri untuk melawan stress yang terjadi di dalam sistem organ secara menyeluruh
·       Penghabisan yaitu tahap dimana stres tetap berlangsung, jaringan dan sistem organ tubuh bisa rusak dalam waktu yang panjang sehingga menimbulkan penyakit bahkan kematian.


Stress telah diimplikasikan sebagi faktor penyebab dalam penyakit jantung, stroke, kanker, ganguan pernapasan, pengeroposan tulang, ganguan lambung, susah tidur (insomina), ganguan psikologi (depresi, bunuh diri), penyakit psikosomatis, ganguan pada kulit, penyakit kronis dan rasa nyeri.

Identifikasi Masalah Penelitian        
Dalam makalah ini penulis ingin mencoba memberi pemahaman kepada setiap indidvidu apa saja penyebab stres dan cara mengahadapi stress tersebut yang sedang dialami.
      
Pembatasan Masalah       
Penulis  membahas tentang stres dan hubungannya bagi kepribadian seseorang dalam menghadapi stres tersebut. Karena pada umumnya setiap manusia menghadapi stres tersebut dalam berbagai cara, baik secara positif maupun negatif.

Rumusan Masalah    
·       Stress
·       Kepribadian
·       Penangana stress berdasarkan kepribadian

Tujuan Penelitian     
Memberi pemahaman bagimana cara menghadapi stres yang terjadi didalam kehidupan sehari-hari.

Manfaat Penelitian       
Dengan pembuatan makalah ini diharapkan para pembaca dapat mengerti dan memahami kepribadian manusia terhadap penanganan stress.


A.  Kepribadian
1.     Defenisi Kepribadian
Banyak ahli yang telah merumuskan derfenisi kepribadian berdasarkan paradigma yang telah diyakini dan berdasarkan teori yang dikembangkan. Kepribadian yang merupakan corak perilaku dan kebiasaan individu yang terhimpun dalam dirinya sendiri dan digunakan untuk bereaksi serta menyesuaikan diri terhadap segala rangsangan baik dari luar maupn dari dalam dirinya sendiri.

Kepribadian individu tersebut akan mengalami perkembangan secara dinamis, artinya, selama individu masih bertambah pengetahuannya dan mau belajar serta adanya pengalaman dan ketrampilan akan mengalami kematangan dan mantap pribadinya. Corak perilaku individu sangat dipengaruhi oleh lingkungannya dan bersifat khas artinya pemaknaanya berbeda dari orang lain meskipun dimiliki oleh individu lainya.

Kepribadian adalah ciri-ciri, karakteristik, gaya atau sifat-sifat yang memang khas dikaitkan dengan diri individu itu sendiri yaitu kepribadian bersumber dari bentukan-bentukan yang diterima, baik di keluarga maupun lingkungan.Berikut beberapa defenisi kepribadian menurut para ahli, yaitu:
·       Gordon W. Wallport
Kepribadian adalah organisasi dinamis dalam individu sebagai sitem psikofisis yang menentukan caranya yang khas dalam penyesuaian diri terhadap lingkungan.[3]
·       Krech dan Crutchfield
Kepribadaian adalah integrase dari semua karakteristik individu ke dalam suatu kesatuan yang unik yang menentukan dan dimodifikasi oleh usaha-usahanya dalam menyesuaikan diri terhadap lingkungan yang berubah terus menerus

Jadi, dari defenisi diatas penulis menyimpulkan bahwa kepribadian adalah perilaku atau tindakan individu dalam menyesuaikan dirinya dengan lingkunganmelalui usahanya sendiri untuk dapat berinteraksi dengan lingkungan tempat tinggalnya.

2.     Perkembangan Kepribadian

Perkembangan individu mengalami beberapa tahap pembentukan sifat-sifat kepribadiannya yang bersifat menetap. Berikut perkembangan kepribadian menurut para ahli  yaitu[4]

2.1  Harry Stack Sullivan


-        Masa bayi: kebutuhan akan rasa aman dalam mengembangkan rasa percaya yang mendasar (basic trust)
-        Masa kanak-kanak awal: belajar berkomunikasi
-        Pra sekolah: mengembangkan body image
-        Usia sekolah: mengembangkan hubungan dengan teman sebaya melalui kompetisi, kompromi dan koorperatif
-        Remaja: mengembangkan kemandirian, melakukan hubungan dengan lawan jenis
-        Dewasa: saling membutuhkan dan bertanggung jawab terhdap orang lain.



2.2  Sigmun Freud


-        Tahap oral, yaitu tahap mengambil, memeluk, menggigit, meludah dan membungkam
-        Tahap anal (1-3 tahun), yaitu pembentukan sikap, mekanisme untuk memenuhi tuntutan id dan realita serta ketertarikan terhadap suatu aktivitas atau objek.
-        Tahap phallic (3-6 tahun), yaitu kesenangan dan permasalah berpusat sekitar alat kelamin atau keinginan biologis.
-        Tahap laten (6-12), yaitu periode lambat atau desakan seksual mengendur. Pada periode ini juga ego dan supernego terus dikembangkan.
-        Tahap genital (12-18), yaitu dorongan menguat dengan drastic dan pecapaian ego sudah tercapai
-        Tahap dewasa, yaitu menekan masa lalu terhadap perjalan hidupnya



Perbedaan kepribadian orang yang satu dengan yang lainnya pada hakikatnya berbeda karena memiliki keunikan tersendiri. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi kepribadian setiap individu, adalah sebagai berikut[5]:
-        Kepribadian dipengaruhi oleh faktor genetik dan pengalaman hidup
-        Kepribadian membimbing perilaku individu menuju arah tertentu
-        Teori kepribadian berkaitan dengan perkiraan kecendrungan perilaku individu yang sebenarnya
-        Teori jenis kepribadian menempatkan individu dalam dimensi kepribadian tertentu seperti dimensi ekstrover dan introver
-        Menyadari setiap aspek kepribadian individu itu sendiri
-        Faktor Lingkungan

3.     Konsep-konsep kepribadian[6]
Kepribadian merupakan pola perilaku yang dimiliki subyek yang diperoleh dari faktor pembawaan lingkungan dan lebih dinamis serta dapat diubah melalui fungsi insentif. Ada bebrapa konsep yang berhubungan erat dengan kepribadian. Konsep kepribadian tersebut adalah:
-        Karakter, yaitu penggambaran tingkah laku dengan menonjolkan nilai (benar-salah, baik-buruk) baik secara eksplisit maupun implisit
-        Tempramen, yaitu kepribadian yang berkaitan dengan determinan biologis dan fisiologis
-        Sifat-sifat, yaitu respon yang senada atau sama terhadap sekelompok stimuli yang mirip, berlangsung dalam kurun waktu relative lama
-        Ciri, yaitu mirip dengan sifat namun lebih terbatas
-        Kebiasaan, yaitu respon yang sama dan cenderung berulang untuk stimulus yang sama pula






4.     Faktor Pembentuk Kepribadian
Ada dua faktor yang membentuk kepribadian setiap individu, adalah sebagai berikut:[7]
a.      Faktor Internal
Faktor yang memperngaruhi kepribadian seseorang dari dalam yaitu herediter, pembawaan yang diperoleh dari orang tua, namun dapat diubah melalui pelatihan khusus (Goleman).

b.     Faktor Eksternal
Faktor yang memperngaruhi kepribadian seseorang dari luar adalah fisik, pengalaman pada usia dini, pengaruh kebudayaan, pemberian nama atau cap pada anak, perasaan berhasil atau gagal, keluarga (pendidikan, sikap orang tua, situasi emosional) dan penerimaan akan lingkungan sosial

5.     Tipe Kepribadian. Ada beberapa tipe kepribadian setiap individu, yaitu sebagai berikut:
-        Ekstrovet, yaitu mudah terbuka dan tertarik, senang bergaul dengan individu lain. Responnya terhadap sesuatu bersifat realistas dan dapat bertingkah laku sesuai dengan tuntunan lingkungannya serta tanggapannya secara obyektif
-        Introvert, yaitu segala sesuatu dutanggapi sesuai dengan keadaan dirinya, menutup diri, sangat sensitive terhadap kritik penilaian terhadap sesuatu bersifat subyektif.
-        Ambivert, yaitu bersifat realistis atau obyektif tetapi terkadang-kadang bersifat subyektif.

6.     Penggolongan Manusia Berdasarkan Kepribadian. Penggolongan manusia dapat dilihat dari kepribadiannya, yang dapat ditinjau dari dua aspek yaitu:

a.      Aspek Biologis
Berdasarkan aspek biologis, Hipocrates membagi kepribadian menjadi empat kelompok besar dengan fokus pada cairan tubuh yang mendominasi dan memberikan pengaruh kepada individu tersebut, yaitu empedu kuning (Cholerik), empedu hitam (melakolis), cairan kendir (plegmatik) dan darah (sanguins).
-        Sanguins, adalah orang yang gembira, yang senang hatinya, mudah membuat orang tertawa dan pemberi semangat kepada orang lain, namun orang sanguin cepat  bertindak sesuai dengan keinginan hati (sesuai emosi dan keinginannya)
-        Cholerik, adalah orang yang mengutamakan pekerjaan dan tugas, mempunyai disiplin kerja yang sangat tinggi, melaksanakan tugas dengan penuh rasa tangung jawab, namun kekurangan dalam merasakan perasaan orang lain (empati).
-        Melankolis, adalah orang yang terobsesi dengan karya yang paling sempurna atau bagus dan sangat mengerti tentang estetika dalam hidupnya, sangat sensitive, namun sangat mudah dikuasai oleh perasaan dan mendasari hidupnya dengan perasaan murung.
-        Plegmatik, adalah orang yang tenang, acuh tak acuh, emosinya tidak stabil, menguasai diri dengan baik, memikirkan seuatu dengan baik, namun dia tidak mau suasah atau sering mengambil jalan mudah dan gampang.

b.     Aspek Psikologis
-        Faktor genetik (tingkat aktivitas, adaptasi dan perubahan lingkungan)
-        Faktor lingkungan (kemampuan seseorang dalam relasinya dengan orang lain)
-        Faktor stimulasi gen dan cara berpikir (bersifat dorman atau tidur, aktif dan tidak aktif)









B.    Stress
1.     Defenisi Stres
Stres merupakan bagian dari kehidupan manusia setiap hari yang merupakan reaksi tubuh terhadap tuntunan dan tekanan yang ditunjukan kepadanya melalui gejala fisiologis. Stress berasal dari berbagai situasi yang dihadapi yang penuh dengan tuntutan dan tantangan maupun tekanan.[8]

a.      KBBI
Stress adalah ganguan atau kekacauan mental dan emosional yang disebabkan oleh faktor luar atau ketegangan.

b.     Menurut Para Ahli
·       Menurut Lazarus dan Folkman (dalam Morgan 1986)
Stress adalah keadaan internal yang dapat diakibatkan oleh tuntutan fisik dari tubuh (kondisi penyakit, latihan dll) atau oleh kondisi lingkungan dan sosial yang dinilai potensial membahayakan, tidak terkendali atau melebihi kemampuan individu untuk melakukan coping.[9]

·       Vincent Cornelli
Stress adalah ganguan pada tubuh dan pikiran yang disebakan oleh perubahan dan tuntutan kehidupan yang diperngaruhi oleh lingkungan maupun penampilan individu di dalam lingkungan tersebut.[10]

Jadi,dari beberapa defenisi stress diatas maka disimpulkan bahwa stress adalah ganguan atau ancaman pada individu disebabkan oleh tuntutan fisik atau lingkungan sekitar yang bisa membahayakan potensi dirnya.

2.     Penyebab Stres
 Penyebab stress setiap orang pastinya berbeda-beda ini disebabkan oleh kegiatan atau pekerjaan keseharian orang tersebut. Stres terjadi jika seseorang dihadapkan dengan peristiwa yang sedang dialami atau dirasakan mengancam kesehatan dan psikologinya. Peristiwa orang mengalami stress dinamakan stressor dan reaksi terhadap peristiwa tersebut dinamakan respon stress.[11]Berdasarkan sumbernya stress di sebakan oleh, yaitu sebagia berikut:
·       Penyebab stres situsional
Penyebab stress situasional adalah keadaan lingkungan, situasi dan budaya kontepomporer dalam suatu masyarakat. Stress ini merupakan sebuah situasi yang tidak diketahui dan tidak terduga, perubahan, kegaduhan, pemberitaan media yang menekan, sandang, papan dan pangan serta beban kerja yang berat.

·       Peristiwa besar dalam hidup
Peristiwa ini merupakan suatu kejadian yang realita yang dihadapi manusia dalam hidupnya sehingga berdampak pada cara hidup dan emosi. Persitiwa besar dalam hidup ini seperti pernikahan, perceraian, kelahiran anak, penyakit, kematian, migrasi atau imigrasi dan masalah keuangan.

·       Penyebab stress yang disebabkan oleh orang lain
Peristiwa stres karena orang lain yang ada disekitar kita sangat sulit untuk ditangani sebab setiap hari melakukan interaksi atau relasi, karena berada dalam lingkup masyarakat yang sama atau tempat kerja, sekolah dll. Peristiwa stress ini berdampak sangat buruk bagi individu tersebut karena adanya ketidak nyaman dan tuntutan yang tidak masuk akal.

·       Penyebab stress dari diri sendiri
Stress yang berasal dari diri sendiri merupakan penyebab stress terbesar dalam kehidupan manusia. Penyebabnya adalah karena menginginkan kesempurnaan dalam diri sendiri atau ingin lebih menonjol dari orang lain, ekspatasi akan diri kesuksesan, kebutuhan, perasaan tidak cukup atau ketidak puasaan dan kebutuhan untuk diterima dan dicintai orang lain.


Dengan mempelajari faktor penyebab stres seseorang dapat lebih berhati-hati atau mengantisipasi, sebab satu saja yang menimbulkan atau menyebabkan adanya stress dapat menimbulkan masalah dalam kehidupannya. Untuk itu stress harus dihadpi secara tegas dengan cara belajar untuk menangani stress atau mengurang stress hingga tingkat aman. Stress bisa melemahkan tubuh jika dibiarkan secara terus menerus tganpa mencari solusi atau memberikan diri menghadapinya. Untuk itu setiap invidu harus bisa mempertanyakan pada dirinya sendiri stress yang terjadi dalam dirinya dan mengapa stress itu terjadi, apa yang bisa dilakukan untuk mengurangi stress tersebut. Adapun peristiwa-peristiwa yang dapat dikategorikan sebagai stress adalah:
·       Stressor rohani (spritual)
Stressor rohani sangatlah bergantung pada individu itu sendiri yang ditimbulkan karena kecintaan manusia akan dirinya sendiri secara mendalam seperti kematian yang sering membuat orang kehilangan diri sendiri atau adanya ketakutan akan kematian. Rasa cinta atau keinginan manusia akan kemuliaan dunia ini seperti kekuasaan, kekayaan dan penghargaan dari sesama merupak penyebab stress yang diakibatkan diri sendiri karena terlalu memikirkan sesuatu yang sulit untuk dicapai.

·       Traumatik
Traumatik merupakan penyebab stress paling jelas sebab adanya situasi bahaya ekstrem yang berada diluar rentang pengalaman manusia yang lazim. Peristiwa ini dapat disebabkan karena adanya suatu peristiwa yang membuat seseorang mengalami kecemasan dan kesulitan dalam berkosentrasi seperti bencana alam, gempa bumi, pemerkosaan, pembunuhan dll. Seseorang yang mengalami traumatik masih pasif.

·       Pengendalian
Pengendalian terhadap suatu peristiwa akan memperkecil kecemasan terhadap suatu peristiwa yang sedang dialami walaupun sebelumnya belum pernah mengalami hal seperti itu. Suatu peristiwa yang tidak dapat dikendalikan akan semakin besar kemungkinan dianggap stress.

·       Perkiraan
Dapat memprediksi suatu kejadian atau peristiwa stress walaupun orang tersebut tidak dapat mengendalikannya, tapiakan menurunkan keparahan stress.

3.     Faktor Yang Memperngaruhi Stres
Stress terjadi karena ada penyebabnyanya atau memepengaruhinya seperti lingkungan, diri sendiri dan pikiran.

a.      Lingkungan, artinya sikapa lingkungan yang bersifat negative dan positif yang berdampak pada setiap individu sesuai dengan pemahaman yang ada dalam kelompok tersebut karena adanya tuntutan dalam dirinya. Tuntutan dan sikap keluarga serta perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi bisa mempengaruhi atau bertolak belakang dengan keinginan individu sehingga menimbulkan tekanan

b.     Diri Sendiri, yaitu adanya tuntutan terhadap keinginan yang ingin dicapai serta adanya keingin melakukan atau menyerap sesuatu secara terus menerus.

c.      Pikiran, yaitu penilaian seseorang terhadapa lingkungannya yang berdampak pada tindakannya

4.     Dampak Stres
Stres dialami setiap individu pada umumnya pada tingkatan dan penyebab yang tidak selalu sama dan penangananya juga berbeda-beda, ini diakibatkan karena individu itu sendiri dalam menanngapi hal tersebut sehingga tidak berdampak negative dalam dirinya, namun bagi individu yang tidak bisa memahaminya akan mengalami dampak yang buruk atau negative dalam dirnya yaitu seperti:
·       Sistem perdarahan darah
Stress membuat seorang terserang penyakit jantung karena dalam keadaan normal memompakan darah dan memberi juga tekanan pada dinding-dinding pembuluh darah yang bekersama dengan otak untuk menjaga kestabilan jantung tersebut. Sehingga jikia ada beban pikiran seperti pekerjaan, keluarga dan rekan kerja akan mengakibatkan jantung memompa darah dengan cepata sehingga mengakibatkan tekanan darah naik karena zat-zat hormone mempercepat detak jantung. Apabila tekanan darah terus menerus naik karena mengalami stress dalam waktu yang panjang dan tidak ada tanggapan dalam mengatasinya maka akan membuat jantung bekerja lebih keras mensirkluskan darah sehingga memperbesar adanya risiko serangan jantung atau stoke.

·       Sistem kekebalan
Sistem kekebalan dalam tubuh manusia merupakan suatu sistem yang digunakan sebagai pertahanan dalam mendeteksi dan menghancurkan kuman-kuman yang menyusup dalam tubuh. Apabila terjadi stress maka kekebalan atau imunites akan menjadi goyah dan menjadi rentan terhadap penyakit seperti demam, influenza dan jenis infeksi lainya

·       Asma
Dalam kondisi yang tenang atau normal nafas manusia mengikuti sebuah pola teratur, dimana otot didaerah dada berada dalam keadaan tenang dan paru-paru membiarkan udara mengalir masuk dan keluar dengan bebas ketika diagfragma (sekat antara rongga dada dan rongga perut) membuka dan menutup. Pipa saluran pernapasan terdiri dari kantong udara kecil seperti balon atau alveolus yang mensirkulasikan udara melalui paru-paru.

Stress dapat menyebabkan asma sebab otot-otot dada mulai menegang, napas semakin memburu dan napas pendek sebab dalam waktu tertentu stresa dapat mengencangkan pipa saluran pernapasan

·       Kanker
Kanker terjadi jika sel-sel normal dalam tubuh berubah menjadi abnormal atau menjadi sel-sel ganas yang berkembang secara tidak terkendali sehingga memakan sel-sel normal walaupun adanya sel-sel darah putih yang dapat melawan perkembangan sel abnormal, tapi karena berlangsung secara terus menerus seseorang mengalami stress berat maka sel darah putih mulai berkurang sehingg adanya kemungkinan ketidak mampuan menghancurkan sel-sel kanker yang ada di dalam diri manusia tersebut hingga sel berubah menjadi tumor.

·       Penyakit-penyakit psikosomatik
Penyakit psikomotik adalah suatu penyakit yang dialami tubuh secara langsung karena pengaruh pemikiran negatif yang mengurang kemampuan seseorang menangkal penyakit sehingga mencapai kedudukan yang kuat dalam tubuh orang tersebut.[12]






5.     Reaksi Terhadap Stres[13]
a.      Aspek Fisiologis
·       Kognisi
Stress  dapat melemahkan ingatan dan perhatian dalam aktivitas kognitif seseorang. Ini disebabkan karena kebisingan pada strestor sehingga adanya defisit kognitif. Kognitif dapat berpengaruh dalam stress yang berlangs terus menerus dan lama.

·       Emosi
Emosi merupakan salah satu evaluasi dalam stres. Adanya reaksi seseorang dalam mengahadapi stres seperti rasa takut, phobia, kecemasan, depresi, perasaan sedih dan rasa ramah.

·       Perilaku Sosial
Stres dapat megubah perilaku individu  terhadap orang lain baik secara negatif atau positif sebab perilakunya sekarang berubah dari perilakunya sebelumnya. Stress yang diikuti rasa marah menyebabkan perilaku sosial negative cenderung meningkat yang menimbulkan perilaku agresif.

b.     Aspek Biologis
Salye (Sarafino. 1994) telah mempelajari akibat-akibat dari stressor yang terus menerus muncul, sehingga kemudian mengemukakan istilah General Adaption Syndrome (GAS)yang terdiri dari rangkaian tahapan reaksi fisiologis terhadap stressor, yaitu:
·       Alarm Reaction
Arousal yang terjadi dalam tubuh organisme seseorang berada dibawah normal dan selnjutnya akan meningkat diatas normal. Sehingga tubuh melindungi organisme terhadap stressor, namun tubuh juga tidak dapat mempertahankan intesitas arousal dari dalam alarm reaction dalam waktu yang lama atau dalam jangka panjang

·       Stage of Resistance
Arousalmasih tinggi namun tubuh masih terus bertahan untuk melawan dan beradaptasi denganm strestor. Respon fisiologis akanmenurun walaupn masih tetap lebih tinggi dibandingkan dengan kondisi normal.

·       Stage of Exhaustion
Respon fisiologis dalam tubuh masih tetap berlangsung sehingga lama kelamaan melemahkan tubuh dan menguras energy tubuh yang mengakibatkan kelelahan dan juga kerusakan fisiologis yang berdampak kematian.

6.     Bentuk-bentuk atau Pengolangan  Stres (Coping)
Apabila ditinjau dari penyebab stress maka para ahli psikologi menggolongkan atau mempunyai pendapat dapat dilihat dalam bnetuk sebagai berikut:
a.      Sri Kusmiati dan desminiarti (1990)
Menurut Sri Kusmiati dan desminiarti stre dapat digolongkan berdasarkan penyebanya, yaitu:
·       Stress fisik, disebkan oleh suhu atau temperature yang terlalu tinggi atau rendah, suara bising atau tersengat arus listrik
·       Stress kimiawi, disebabkan oleh asam-basa kuat, obat-obatan, zat beracun, hormone atau gas
·       Stress mokrobioligik, disebabkan virus, bakteri atau parasit yang menimbulkan penyakit
·       Stress fisiologik, disebabkan oleh ganguan struktur, fungsi jaringan, organ atau sistemik sehingga menimbulkan fungsi tubuh tidak normal
·       Stress proses pertumbuhan dan perkembangan, disebabkan oleh ganguan pertumbuhan  dan perkembangan pada masa bayi hingga tua
·       Stress psikis atau emosional, disebabkan oleh ganguan relasi interpersonal, sosial budaya dan agama.[14]

b.     Lazarus Folkman
Lazarus Folkman dalam sarafino pada tahun 1997, secara umum membedakan bentuk dan fungsi stress dalam dua klasifikasi bentuk stres yaitu:
1.     Stres yang berfokus pada masalah (problem-focused coping)
Stress yang berfokus pada masalah adalah suatu strategi untuk penangan stress yang berpusat langsung pada sumber masalah, individu menghadapi langsung sumber masalah, mencari sumber masalah, mengubah lingkungan yang menyebabkan stress serta berusaha untuk mencari atau menyelesaikannya sehingga stress dapat hilang atau kurang.     

2.     Stress yang berfokus pada emosi (emotion-focused coping)
Stress yang berfokus pada emosi adalah suatu strategi penangan stress, dimana individu memberi respon terhadap situasi stress dengan cara emosional yang diatur melalui perilaku individu untuk meniadakan fakta-fakta yang tidak menyenangkan apabila adanya tekanan di dalam dirinya.

7.     Reaksi Fisiologis danReaksi Psikologi Terhadap Stres[15]
a.      Reaksi FisiologisTerhadap Stres
Stress yang terus terjadi dalam pikiran seseorang dapat menimbulkan respon internal yang mengakibatkan tubuh bereaksi terhadap stressor dengan menghayati secara kompleks ancaman. Secara fisiologis  manusia yang sedang mengalami stress akan berdampak pada metabolism tubuh yang meningkat sebagai persiapan untuk pemakaian energy pada tindakan fisik (seperti adanya kecepatan: jantung, tekanan darah, pernapasan  meningkat dan otot menjadi tegang). Awal stress juga dapat ditandai juga ketika mulut kering. Respon fisiologis bermanfaat untuk merangsang sistem simpatik apabila seseorang adaya upaya untuk aktif mengatasi situasi stress

b.     Reaksi Psikologi Terhadap Stres
Situasi stress menghasilkan reaksi emosional mulai dari kegembiraan, kecemasan, kemarahan kekecewaan dan depresi, oleh sebab itu stress bergantung pada setiap individu bagaimana menyelesaikan yang sedang dihadapi sekarang.
-        Kecemasan
Kecemasan adalah respon yang sangat umum terhadap strestor yang tidak menyenangkan yang ditandai oleh kekhawatiran, keeprihatinan, tegang dan rasa takut yang dialami oleh setiap manusia dalam lapisan masyarkat tanpa pandang bulu. Kecemsana mengakibatkan hilangnya minat untuk bekerja atau beraktivitas, sulit tidur dan sulit berkomunikasi.

-        Kemarahan dan agresi
Kemarahan yang dapadat mengakibatkan agresi pada seseorang merupakan tanggapan terhadapstres yang dialami. Agresi yang terjadi pada seeorang diakibatkan oleh frustasi, ini disebabkan olehkegagalan dalam mencapai sebuah tujuan sehingga adanya dorongan agresif yang terinduksi untuk memotivasi manusia bertindak dalam hal-hal yang negaatif.

-        Apati dan depresi
Kondisi manusia yang mengalami stress secara terus menerus tanpa adanya pengendalian atau tindakan yang tepat untuk mengatasinya maka adanya apati yang dapat memberat menjadi depresi pada orang tersebut. Ketidakberdayaan mengahadpi stress maka pada diri individu tersebut adanya rasa untuk menarik diri, berdiam diri atau tidak melakukan suatu tindakan sebagai respon terhadap perstiwa yang tidak dapat dikendalikan.

-        Ganguan kognitif
Adanya ganguan kognitif yang berat jika diperhadapkan dengan stressor yang serius akibat dari reaksi emosional terhadap stres sehingga berakibat pada proses berpikir yang tidak konsentrasi dan tidak logis. Ganguan kognitif seseorang tergangu disebabkan karena pikiran yang menganggu terus menerus kerja otak dan tingkat rangsangan emosional yang mengganggu pengolahan informasi di pikiran.

8.     Tingkatan Stres
Ganguan stress pada individu biasanya lamban, tidak diketahui kapan mulainya atau sering tidak menyadari kejadian tersebut. Stress dibagi menjadi beberapa tahap sesuai dengan gejala yang dialami atau dirasakan oleh individu yang bersangkutan sesuai dengan yang dikemukakan oleh Dr. Robert J. Van Amberg, yaitu
a.      Stress tingkat I
Stress yang dialami individu paling ringan dan disertai dengan perasaannbersemangat besar, penglihatan tajam tidak sebagaimana biasanya dan energy dan gugup berbelebihan, kemampuan menyelesaikan pekerjaan lebih dari biasanya.

b.     Stress tingkat II
Setres berdampak tidak menyenangkan sebab mulai menghilangnya kesenangakan dan timbul keluhan-keluahan karena cadangan energy tidak cukup sepanjang hari seperti merasa letih, lelah, ganguan pada sistem pencernaan, jantung berdebar-debar, perasaan tegang pada otot-otot pungung dan tengkuk serta perasaan tidak bisa santai.

c.      Stress tingkat III
Stress pada tahap membuat individu mengalami keletihan dan keluhan yang mulai tampak dan disertai gejala-gejala ganguan pada usus lebih teras (sakit perut, mulas), otot terasa lebih tegang, perasaan tegang semakin meningkat, ganguan tidur (suka tidur, sering terbangun malam dan suka tidur kembali disaat bangun atau bangun terlalu pagi) dan badan terasa tidak baik serasa mau pingsan sehingga penderita diharapkan untuk berkonsultasi dengan dokter terkecuali jika aad kesempatan untuk beristirahat atau relaksasi untuk memulihkan suplai energi.

d.     Stress tingkat IV
Stress menunjukkan keadaan yang buruk sepertinya sangat sulit untuk bertahan sepanjang hari, semua kegiatan yang dilakukan terasa sulit, hilangnya kemampuan untuk menanggapi situasi (pergaulan sosial atau kegiatan rutin lainnya), tidur semakin sukar, sering bangun dini hari, selalu bepikir negative, tidak kosentarasi dalam melakukan sesuatu dan perasaan takut yang tidak dapat dijelaskan.

e.      Stress tingkat V
Stress yang terjadi individu lebih mendalam karena mengalami keltihan yang mendalam, perasaan takut yang semakin menjadi atau panik, sukar buang air besar dan pekerjaan terasa berat dan sulit dilakukan walaupun itu mudah.

f.      Stress tingkat VI
Stress pada tahap merupakan puncaknya atua individu mengalami gawat darurat sehingga cukup mengerikan karena mengalami debar jantung yang sangat amat kerasnafas sesak tidak bertenaga, badan gemetar, tubuh dingin dan keringat bercucuran.

C.    Kepribadian dan Reaksi
1.     Pengaruh Kepribadian Terhadap pemikiran
1.1.Sanguin
Pribadi yang gugah dan tanggap atas berbagai pengalaman yang menghebihkan dan yang mengugah hati. Tanggapan yang disampaikan secara langsung tanpa perenungan atau perencanaan khusus.berpikir secara tidak masuk  akal, tidak mantap, membingungkan dan dangkal serta membahas hal yang dinilai mebosankan dibuat menarik

1.2.Kholeris
Berpikir dengan cepat dan teliti, menggunakan tanggapan tajam dan sangat intuitif perihal orang dan keadaan untuk mengetahui apa yang perlu diperbuat. Berpikir secara mendalam dan cukup lama untuk menciptakan sebuah rancangan kerja tanpa terlalu memperhatikan teori-teori yang ada.

1.3.Melankolis
Berpikir secara mendalam mengenai segala hal, menyeluruh dan merupakan perenungan. Pribadi kreatif, bersemangat, dipertimbangkan, dinyatakan dalam keasliannya dan sangat teliti.

1.4.Phlegmatis
Berpikir dengan tenang, jelas dan tanpa emosi. Mempraktekkan berbagai gagasan cemerlang orang lainkarena mereka tidak memiliki pemikiran praktis kosong.


2.     Pengaruh Kepribadian Terhadap Emosi dan Pengendaliaanya
2.1.Sanguin
Peka dan memiliki kehidupan emosi yang sangat kaya serta luas wacana. Emosi mudah digerakkan hal yang mengesankan dari luar dan sering mengarah pada suasana hati. Mengalami perubahan perasaan yang cepat, bawel, ekstrim, gambling dan tegas.

2.2.Kholeris
Cepat marah, kasar dank eras serta tidak memiliki kepekaan dan bisa tanpa perasaan

2.3.Melankolis
Bersifat pesimis, suka murung dan sibukkan dengan rasa sakit hati mereka sendiri. Senantiasa meneliti diri dan memberi dorongan semangat.

2.4.Phlegmatis
Tenang dan kuat dalam berpikir  pada saat menilai  keadaan berisiko secara tenang, membertimbangkan berbagai kemungkinan dan meilih jalan keluar terbaik.

3.     Pengaruh Kepribadian Terhadap Kehendak dan Disiplin
3.1.Sanguin
Memiliki hati yang baik dan tidak dapat diandalkan dalam tindak lanjutnya, bertindak spontan, mengejutkan sering dilupakan dan dialihkan. Memiliki niat baik dalam janjinya, tetapi tidak dapat dindalkan dalam tekadnya serta lemah kehendaknya untuk mempertahankannya.

3.2.Kholeris
Berani mengambil resiko, menghindari tindakan aman dan biasa dan tertarik pada bahaya dana sing. Memiliki tekad yang kuat.

3.3.Melankolis
Dalam mengambil keputusan, memikirnya terlebih dahulu dan memperhitungkan berbagai resikao. Karena melankolis membuat analisa berkepanjangan dari berbagai sudut kemungkinan dan akibatnya.

3.4.Phlegmatis
Lamban, melempem dan santai, tidak suka digangggu, tidak suka memaksakan diri atau bersikap terburu-buru. Sekali bergerak bisa membuat perencanaan yang baik, efesien melaksankannya dan membuktikan dirinya dapat dindalkan dalam tindak lanjutnya walalu lebih sering mereka menjadi penonton yang tenang yang tidak mudah digoyahkan oleh emosinya.

4.     Pengaruh Kepribadian Terhadap Relasi dengan Sesama
4.1.Sanguin
Mempunyai relasi yang penuh kehangatan, ceria dalam berelasi dengan sesama karena menerima setiap individu sebagaimana adanya dan tidak tergangu dengan memenuhi persyarakatan atau kriterianya. Sikap terbuka membuatnya beradaptasi, rendah hati dan mudah memaafkan

4.2.Kholeris
Mementingkan diri sendiri, kurang mengahrgai dan memperhatikan sesamanya. Percaya diri berlebihan, cepat marah dan perhatian palsu untuk mencapai keinginannya.

4.3.Melankolis
Tidak memiliki banyak teman tetapi dengan siapa mereka berteman akan mempertahankan relasi dengan setia, loyal dan dapat diandalkan. Janjia yang diucapkan merupakan suatu hal yang terhormat baginya.

4.4.Phlegmatis
Selalu teng walaupun didalam keadaan kacau namun bisa berlaku apatis, teledor kurang ramah, sok pamer dan acuh tak acuh terhadap orang lain.

5.     Pengaruh Kepribadian Terhadap kepemimpinan
5.1.Sanguin
Bebas tanpa tekanan namuan dapat digerakkan oleh kekuatan dari luar. Tidak mau diatur oleh berbagia aturan atau ketentuan dan sangat mudah dibentuk oleh lingkungan. Menipu diri sendiri dan orang lain untuk mengikuti jalan dimana tujuan menghalakan cara.

5.2.Kholeris
Senang memimpin dan bisa melakukannya secara sukarela namun menciptakan lingkungan bebas dan berkuasa sehingga dapat berbuat sesuka hati serta menganggap rencananya paling terbaik dari orang lain.

5.3.Melankolis
Pasif sehingga cenderung menjadi pengikut dan bukan pemimpin karena suka bekerja dibalik layar dan sikap tidak kompromi serta tidak bertindak lebih dari yang mereka mampu atau lakukan.

5.4.Phlegmatis
Tidak mampu memimpin sendirian namuan cukup mampu jika diberi peran selaku pemimpin. Mengahrgai kebebasan dan menentang perubahan.

6.     Pengaruh Kepribadian Terhadap Komunikasi
6.1.Sanguin
Ramah dan kata-kata keluar dengan mudah, memproses gagasana secara terbuka dalam suatu aliran yang tidak meliputi banyaknya pemikiran sebelum berbicara. Suka gaduh, membual ramah, penuh kesan langsung dan mempesona sehingga dapat menarik orang lain.

6.2.Kholeris
Sulit minta maaf atau mengahragai orang lain serta berbicara dengan kasar, sarkastik, mengiris dan menyengat tanpa belas kasihan dan keras.

6.3.Melankolis
Menahan diri dalam berbicara kecuali saat ditanya langsung pendapatnya. Sangat akurat dan teliti dan tidak suka memberi pesan yang keliru.

6.4.Phlegmatis
Mudah mendengarkan orang lain karena lebih cenderung bersikap santai sehingga memiliki orientasi sebagai konselor. Namun ada juga sikap keraguan untuk melibatkan diri dengan masalah orang lain.

7.     Pengaruh Kepribadian Terhadap sakit Hati
7.1.Sanguin
Mudah melupakanmasa lalu dan hidup masa kini, yaitu melupakan hal-hal yang menyakiti dan terus bergerak maju.

7.2.Kholeris
Pembalas dendam atau tidak mudah mengampuni dan menjadikannya sebagai pendorong semngat untuk bertindak pada masa yang akan datang untuk membalas kepada orang yang berbuata salah atau tidak adil terhadapnya.

7.3.Melankolis
Pendendam dan sulit melupakan hal-hal yang menyakiti atau menyinggungnya. Hidup dalam kepahitan dan dendam karena tidak memberi pengampunan kepada orang lain.
7.4.Phlegmatis
Suka berdamai, jarang marah dan tidak hidup pada masa lalu melainkan pada masa kini.

D.    Hubungan Kepribadian Dengan Penganan Stres
Setiap individu pastinya mengalami stres yang bisa berdampak  negatif dalam dirinya apabila jika tidak bisa segera diatasi. Dalam berbagai masalah stres, individu juga mencari atau menemukan bagaimanacara menanganinya. Adapun cara menangani stres yaitu:
-        Mengurangi situasi stress melalui suatu kebiasaan sehari-hari, menghindari perubahan yang tidak diperlukan, membatasi waktu dan memofokuskan diri beradaptasi dengan stressor dan membuat dafatar atau jadwal kegiatan sehari-hari.
-        Modifikasi lingkungan yaitu, yaitu merubah lingkungan atau mengontrol sumber stress secara realistis akan mengurangi stress
-        Mengurangi respon fisiologis terhadap stress dengan cara olahraga secara teratur untuk meningkatkan tonus otot, mengurang ketegangan relaksasi. Latihan tersebut berguna untuk mengurangi dampak stress.
-        Nutrisi dan energy yang dikeluarkan harus seimbang
-        Relaksai, yaitu istirahat atau tidur dengan secukupnya supaya menenangkan mental. Relaksasi dimulai dari pengenduran otot  diseluruh tubuh kemudian pengelolaan pernafasan, pemberian sugesti ekdirenal.


Seseorang yang memilki corak kepribadian yang mudah mengalami atau peka terhadap stress yaitu:[16]
·       Orang yang bersifat hati-hati, takut gagal, takut salah
·       Workaholic: sseorang yang senang sekali bekerja
·       Orang yang memilki dorongan berpretasi tinggi (need for achievement)
·       Orang yang kaku dalam proses berpikir (kurang lentur)
·       Orang yang mengalami krisis tengah umur (middle life crisis)

Perbeadaan individual dalam menghadapai stress disebabkan karena berbagai alasan tergantung pendekatan individual tersebut, sehingga muncul dalam bentuk yang beraneka ragam, yaitu:
1.     Latihan
Banyak penelitian mengatakan bahwa orang yang berlatiih gerak badan kurang mengalami stress dan ketegangan, lebih percaya diri dan lebih bersikap optimis. Individu yang mendapat latihan menunjukkan suatu penurunan yang berarti didalam tingkat stress dan depresi.


2.     Relaksasi
Penyesuaian diri terhadap badan merupakan suatu tanggapan stress dalam menyuesuaikan diri sehingga adanya penyesuaian relaksasi.

3.     Humor
Humor adalah salah satu cara dalam menghadapi stress karena bisa membuat orang tertawa dan bisa melupakan apa yang sedang dialaminya atau mencairkan suasana yang beku dalam situasi tertentu.

4.     Umpan balik Bio (Biofeedback)
Umpan balik bio memiliki peran penting dala memanajemen stress karena mempertunjukkan pada pengguna bahwa tanggapan fisiologis dapat dikontrol secara sukarela bahwa stress terjadi dalam kenyataanya mendapatkan fisiologis, serta memberi penguatan bagi pengguna melihat kemajuan yang dibuat sepanjang waktu.

KESIMPULAN
Jadi, Kepribadain memiliki keunikan atau kekhasan yang berbeda-beda antara individu yang satu dengan yang lain, karena setiap individu memiliki style untuk berpikir dan berperilaku yang konsisten dalam menghadapi lingkungan yang berbeda-beda sehingga setiap individu dapat beradaptasi, yaitu menyesuaikan diri dengan lingkungan hidupnya. Dengan mempelajari faktor penyebab stres seseorang dapat lebih berhati-hati atau mengantisipasi, sebab satu saja yang menimbulkan atau menyebabkan adanya stress dapat menimbulkan masalah dalam kehidupannya. Untuk itu stress harus dihadpi secara tegas dengan cara belajar untuk menangani stress atau mengurang stress hingga tingkat aman. Stress bisa melemahkan tubuh jika dibiarkan secara terus menerus tganpa mencari solusi atau memberikan diri menghadapinya. Banyak penelitian mengatakan bahwa cara mengatasi stress adalah latihan untuk menghilangkan ketegangan pada tubuh seperti lari, renang dll. Humor juga membantu orang untuk mengatasi ketegangan yang dihadapi serta adanya penyesuaian diri atau relaksasi dan umpan balik terhadap stres.








DAFTAR PUSTAKA

·       Atkinson L. Rita & Dkk. 2010. Pengantar Psikologi..Gedung Karisma: Interkasara
·       Jackman Ann. 2003. How To Get Things Done. Erlangga: PT Gelora Aksara Erlangga
·       Suharjo B. Cahyono. 2008. Gaya Hidup dan Penyakit Modren. Yogyakarta: Knisius.
·       Bob Losyk. 2007 Kenalikan Stres Anda. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama..
·       Mulianti Widanarti, Spsi, M.Psi. 2005. 5 Detik Langsung Tahu Kpribadian Lawan Bicaramu Yoyakarta: PT Suka Buku
·       Mark Parkinson. 2004. Memahami Kuesioner Kepribadian, Solo: Tiga Serangkai
·       Kuntjojo.2009. Psikologi Kepribadian, Kediri: Pendidikan Bimbingan Universitas Nusantara PGRI Kediri
·       Prof. Dr. James J. Spillane, S.J. 2003. Pedoman Praktis Pengelolaan Waktu. Yogyakarta: Kanisius.
·       Rita L Atkinson & Dkk. 2010. Pengantar Psikologi..Gedung Karisma: Interkasara                                                                                                
·       Indri Kemala Nasution. 2007. Stres Pada Remaja(USU Repository 2008)
·       Sunaryo. 2004. Psikologi Untuk Keperawatan Jakarta: Ikapi
·       Indri Kemala Nasution: Stres Pada Remaja, 2007 (USU Repository 2008)
·       http://repository.usu.ac.id/bitstream/handle/123456789/19871/Chapter%20II.pdf?sequence=4
·       Haryyanto, Kepribadian, jurnal
·       http://library.usu.ac.id/download/fk/132316815(1).pdf





[1]Suharjo B. Cahyono. Gaya Hidup dan Penyakit Modren. Yogyakarta: Knisius. 2008 (hal  156)
[2]Bob Losyk. Kenalikan Stres Anda. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama. 2007. (hal.13-14 )
[3]Kuntjojo, Psikologi Kepribadian, Kediri: Pendidikan Bimbingan Universitas Nusantara PGRI Kediri 2009 (hal 7)
[4]https://susiariyanti.files.wordpress.com/2010/03/kepribadian.pdf
[5] Mark Parkinson, Memahami Kuesioner Kepribadian, Solo: Tiga Serangkai, 2004(hal 13)
[6]Kuntjojo, Psikologi Kepribadian, Kediri: Pendidikan Bimbingan Universitas Nusantara PGRI Kediri 2009 (hal 9)
[7]Haryyanto, Kepribadian, jurnal
[8]Prof. Dr. James J. Spillane, S.J. Pedoman Praktis Pengelolaan Waktu. Yogyakarta: Kanisius. 2003 (hal. 53)
[9]http://library.usu.ac.id/download/fk/132316815(1).pdf
[10] Sunaryo, Psikologi Untuk Keperawatan, EGC: IKapi, 2004 (hal 215)
[11]Rita L Atkinson & DkkPengantar Psikologi..Gedung Karisma: Interkasara. 2010. (hal 338)
[12]Bob Losyk, Kendalikan Stres Anda, (Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama, 2007) hal 15-21
[13]Indri Kemala Nasution: Stres Pada Remaja, 2007 (USU Repository 2008)
[14]Sunaryo, Psikologi Untuk Keperawatan (Jakarta: Ikapi ,2004) hal215
[15]Rita L Atkinson & DkkPengantar Psikologi..Gedung Karisma: Interkasara. 2010. (hal 349)           
[16]Suharjo B. Cahyono. Gaya Hidup dan Penyakit Modren. Yogyakarta: Kanisius. 2008 (hal  158)


Comments

Popular posts from this blog

PERKEMBANGAN TEOLOGI PERJANJIAN LAMA

PERMULAAN DAN PERKEMBANGAN TEOLOGI PERJANJIAN LAMA Teologi perjanjian lama tidak pernah terlepas dari teologi alkitabiah dan telah mengalami perkembangan, yaitu: a.       Sejak reformasi hingga pencerahan Prinsip golongan Protestan “sola scriptura” (hanya dengan alkitab saja) menjadi sorak peperangan dari gerakan reformasi terhadap teologi skolastik dan tradisi kekuasaan gereja dengan memberikan sumber perkembangan teologi alkitabiah dalam penafsiran alkitab ( sui ipssius ). Teologi alkitabiah dipakai dalam dua arti, yaitu 1)sebuah teologi yang ajarannya bersumber dan berdasarkan alkitab saja; 2) teologi yang dikandung oleh alkitab itu sendiri. Hermeneutika Luther “sola scriptura” serta prinsipnya “was Christum treibet” dan juga dualisme antara isi dan jiwa menghalanginya untuk mengembangkan teologi alkitabiah.   Kemudian dikembangkan oleh O. Glait dan Andreas Fischer, kemudian Walfgang Jacob Christman dalam bukunya yang berjudul Teutsche...

ENGKAU BERHARGA DI MATA ALLAH (Yesaya 43:1-7)

Saya menyapa saudara/saudari yang terkasih didalam nama Tuhan, “syalom”. Saya bersyukur kepada Tuhan dan saya juga berterimakasih kepada bapak gembala dan ibu gembala , yang telah memberikan saya kesempatan untuk menyampaikan firman Tuhan pada pagi hari ini untuk kita semua. Saya membawa renungan dari Kitab Yesaya 43:1-7.   Kita akan baca ayat ini, dan saya minta ayat yang ganjil dibacakan oleh pria dan ayat yang genap dibacakan oleh wanita. Tema yang saya bawakan untuk kita hari ini yaitu “engkau berharga dimata Allah”.   Ilustrasi : Sebelum saya menyampaikan firman Tuhan, saya pernah menonton sebuah film, Dimana dalam sebuah film ini menceritakan tentang seorang pria yang hebat, dia selalu juara 1 dalam memenangkan perlombaan baddminton, dengan kehebatan yang dia miliki dia sangat dikagumi oleh banyak orang dan dipandang orang dengan berharga karena dia membawa nama Negaranya. Namun, dengan beberapa tahun kemudian, karena dia sedang mengalami penyakit dia terpaksa ...

PSL-7 AKU ADA KARENA DIA ADA

Aku hidup dan ku ada, kar’na Tuhan ada. Bahwa aku bisa s’mua, kar’na Dia ada.       Aku hidup dan ku ada, kar’na Tuhan ada. Bahwa aku bisa s’mua, kar’na Dia ada.       Aku hidup dan ku ada, kar’na Tuhan ada. Bahwa aku bisa s’mua, kar’na Dia ada.