Skip to main content

BANGSA EDOM

Latar Belakang Masalah
Dalam Alkitab banyak nama-nama bangsa yang disebutkan, nama-nama bangsa yang disebutkan pastinya memiliki hal yang penting untuk di selidiki karena setiap yang tertulis dalam Alkitab pasti ada hubungannya dengan jalur keselamatan.

Di dalam Perjanjian Lama ada banyak bangsa yang disebutkan, bangsa-bangsa ini berada di sekeliling dari bangsa Israel yang adalah umat pilihan Allah. Mulai dari bangsa Moab, Amori, Amon, Edom, Mesir dan masih banyak lagi. Bangsa Israel hidup di antara bangsa-bangsa itu dan secara langsung maupun langsung bangsa-bangsa yang berada di sekiling bangsa ini akan mempengaruhi bangsa Isarel. Seperti waktu bangsa Israel berada di padang gurun mereka membuat patung lembu emas seperti yang ada di tanah Mesir.

Pengamatan dan penyelidikan atas bangsa-bangsa yang ada berada di sekililing bangsa Israel akan membuat kita sebagai penafsir Alkitab akan lebih mengerti dan memahami apa maksud dari teks Alkitab itu sebenarnya.

Salah satu bangsa yang akan dibahas pada makalah ini adalah bangsa Edom. Bangsa Edon sering juga disebut sebagai bangsa Seir. Bangsa Edom ini disebut beberapa kali pada Alkitab khususnya di dalam Perjanjian lama. Edom adalah suatu bangsa Semit yang berada pada zaman tembaga sekitar abad ke 14-13 SM.

Pokok dan Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah tersebut, maka penulis merumuskan pokok masalah sebagai berikut : Survai terhadap bangsa-bangsa yang berada di sekitar bangsa Israel yang adalah bangsa pilihan Allah terkhusus pada makalah ini akan membahas tentang bangsa Edom yang masih memiliki kedekatan dengan bangsa Israel.

Selanjutnya untuk mempertajam pokok masalah yang ada, penulis memunculkan rumusan masalah dalam bentuk pertanyaan sebagai berikut :
1.     Bagaimana seluk beluk bangsa Edom ?
2.     Bagaimana analisa terhadap bangsa Edom ?
3.     Apa prinsip biblika yang dapat diambil melalui survai dari bangsa Edom ?
Tujuan Penelitian
Adapun tujuan penulisan makalah ini adalah untuk :
Pertama , menjelaskan seluk beluk bangs Edom
Kedua, bagaimana analisa terhadap bangsa Edom
Ketiga, menguraikan prinsip-prinsip biblika yang dapat di ambil melalui survai atas bangsa Edom



Nama dan asal-usul tempat Edom

Kata Edom untuk yang pertama kali di dalam Alkitab yaitu tepatnya dalam Kejadian 25:25. Edom merupakan anak dari Ishak dan Ribka, saudara dari Yakub. Nubuatan tentang dua saudara ini telah disebutkan sejal mereka dalam kandungan. Kedua bersaudara ini telah bertolak-tolakan di dalam kandungan dan Firman Allah kepada Ribka menyatakan bahwa akan ada 2 bangsa dari kedua anak ini, yang tua akan menjadi hamba dari anak yang lebih muda (Kejadian 25:23).

Ketika Yakub memiliki beberapa isteri maka mereka melahirkan anak-anaknyanya dan terus berkembang menjadi suatu bangsa yang besar dinamakan dengan bangsa Israel. Demikianpun Esau yang memiliki beberapa isteri dari tanah Kanaan (Cf. Kej 28:8) dan melahirkan anak-anak bagi Esau dan menjadi sebuah bangsa yaitu bangsa Edom.

Arti kata dari Edom sendiri adalah merah. Nama Edom ini diberikan oleh kedua orang tuanya adalah berkaitan dengan kelahirannya, dia dilahirkan dengan warna tubuh yang kemerah-merahan, dpikatakan bahwa tubuhnya seperti jubah berbulu (Kej 25:25).
Dalam Alkitab kata Edom ini bisa menunjukan beberapa hal yaitu
1.     Esau adalah anak dari Yakub dan Ribka, ditekankan beberapa kali bahwa Esau, yaitu Edom (cf Kej 36:1,8,19)
2.     Orang Edom sebagai suatu kelompok bangsa (cf Bil 20:18, 20, 21 Am 1:6, 11, 9:12; Mal 1:4)
3.     Tanah yang diduduki oleh bangsa Edom dulu disebut dengan tanah Seir (kej 32:3; 36:2021,30; Bil 24:18)

Namun yang pasti bangsa Edom adalah bangsa yang berasal dari keturunan Ishak dan Ribka saudara kandung dari Yakub (Cf Kej 25:19-34).  Esau menetap di tanah Seir setelah dia berjumpa dengan Yakub adiknya dan setelah mereka menguburkan Ishak ayah mereka yang telah mati. Mereka berkembang dan tinggal di tanah Seir (cf Kej 36:6-8).

Lokasi geografis bangsa Edom
Daerah Edom terbentang dari Wadi Zered samapai ke Teluk Akaba kr 160 km, meluas ke arah kedua sisi Araba atau padang gurun Edom (2 Raj 3:8,20), daerah yang luas yang menghubungkan Laut mati dengan Laut Merah. Daerah tersebut berbukit-bukit, dengan puncak puncak yang ketinggiannya mencapai 1.607 m. Daerah tersebut bukanlah daerah yang subur tetapui tetap ada lahan yang baik untuk ditanami (Bil 20:17,19). Daerah Edom adalah tempat yang sulit dengan padang gurun yang membakar dan jurang-jurang berbahaya, di mana kedua sisinya berakhir Lembah Patahan (Daerah Jurang) sebelah selatan Laut mati.[1]

Menurut penemuan sejarah Saat ini, Petra merupakan salah satu keajaiban dunia yang ditemukan pada masa-masa ini. Untuk masuk ke ke Petra harus melewati lorong sempit yang panjangnya lebih dari satu mil, dikedua sisinya terdapat tebing batu yang tingginya mencapai ratusan meter.[2]

Lokasi dan ibu kota bangsa Edom
Edom merupakan suatu tempat yag sebelumnya dikenal dengan nama Seir. Tanah dan penghuni daerah Edom ini ditemukan di dataran bagian selatan dan tenggara dari laut mati. Edom bertetangga dengan bangsa Israel di sebelah timur dan selatan.

Panjang wilayah Edom sekitar 160 Km, terbentang dari Wadi Zered sampai ke Teluk Aqaba. Batas wilayah dari Edom yaitu, batas utara adalah Wadi Zered dan Teluk Akaba, batas sebelah timur Edom adalah Wadi Araba, batas sebelah selatan Edom adalah Wadi el-Hesea, dan yang terakhir adalah batas sebelah barat dari Edom adalah padang gurun Araba. Daerah Edom meluas samapai ke sisi Araba, suatu daerah seperti lembah yang menghubungkanlaut merah dengan laut mati. Daerah Edom adalah daerah yang berbukut-bukit dengan tingginya mencapai 1607 m, dataran tingginya mencapai 5000 m – 5600 m. Daerah Edom terbagi menjadi tiga bagian yaitu darah hutan Edom, daerah-daerah kecil Edom, dan daerah pedalaman Edom.
·       Daerah hutan Edom
Daerah hutan edom ini sering disebut dengan daerah mereh karena tanahnya yang berwarna merah dan juga batu-batunya yang bwerwarna merah

Ibu kota Edom adalah Sela tepatnya di dataran kecil dekat Petra, arti dari kata Petra adalah batu besar. Kota-kota lain yang penting di daerah Edom adalah kota Bozra dan Teman. Bozra merupakan kota metropolis Utara yang juga dikatakan sebagai ibu kota dari bangsa Edom. Bozra terkenal dengan industry tenunan dan juga pakaian celup yang biasanya di ekspor. Bozra juga memili kekayaan yang lain yaitu bangunan-bangunan puri yang indah (Amos 1:12), dan juga terkenal dengan perkebunan sayurnya yang menjadikannya makmur.

Sistem Pemerintahan (pimpinan yang paling terkenal)
Para mulanya bangsa Edom dipimpin oleh para syekh yang kemudian menjadi sebuah sistem kerajaan. Bangsa Edom menggunakan sistem pemerintahan monarki. Sistem monarki adalah sebuah sistem yang dipegang oleh seorang penguasa monarki. Sistem ini adalah sistem pemerintahan yang tertua yang pernah ada di dunia. sistem pergantian penguasaan yang dilakukan terlihat bahwa raja-raja yang memipin bangsa edom berasal dari berbagai suku dan keturunan Syekh, jadi pemerintahan yang dipegang tidak berdasarkan jalur keturunan atau tahta yang diwariskan.

Sistem pemerintahan dari bangsa Edom ini telah dipraktekan jauh sebelum bangsa Israel melakukannya. Pengangkatan kepemimpinan atau raja dilakukan dengan cara pemilihan oleh orang-orang tertentu seperti imam.

Ada beberapa nama yang tertulis dalam Alkitab sebagai raja-raja yang menguasai bangsa Edom dalam pemerintahannya. Raja yang pertama yang disebutkan oleh Alkitab adalah Bela bin Beor yang kotanya Bernama Dinhaba. Setelahh kepemimpinannya selesai, dia kemudian digantikan oleh raja-raja lain. Raja terkahir dari bangsa Edom yang dituliskan dalam alkitab adalah Hadar nama kotanya bernama Pahu (Cf. Kej 36:31-39). Selain raja-raja ada juga kepala-kepala kaum dari bangsa Edom

Sistem Perekonomian
Perekonomian bangsa Edom diperoleh melalui bidang pertanian, bangsa Edom juga memperkaya diri dengan perdagangan besi dan tembaga. Pada masa itu besi dan tembaga dalah alat yang sangat dibutuhkan dalam kegiatan masyarakat. Perdagangan bangsa Edom dilakukan dengan bangsa Babilonia, Siria, Arab, dan bangsa Mesir. Didalam Alkitabpun dijelaskan bahwa bangsa Edom sangat giat dalam perdagangan, di dalam Yehemia 27:20.

Sistem keagaaman atau kepercayaan
Seluk beluk agama Edom sangat sulit untuk ditelusuri, selain daripada beberapa nama ilah yang dapat diketahui. Agama Edom memiliki sebuah ciri yaitu suatu panteon yang heterogen yang tersusun dari atas dasar tradisi Arab Utara. Bangsa Edom aktif dalam perdagangan, dari situ kebudayaannya mencapai suatu warna internasional. Bangsa edom memiliki hubungan ke beberapa bangsa lain seperti bangsa Mesir, Arabia, Israel,Filistin, dan juga suku-suku di padang gurung di Arabia Utara. Keberadaan Edom menjadi penyabab, mengapa literature hikmat yang berwarna internasionalberkembang di Edom.

Bangsa Edom memiliki ilah yang dinamakan Qaus yang pada zaman selanjutnya masih disembah di Nabatea. Nama ini tedapat pada bagian pertama dari nama salah seorang raja dalam surat kepada Esarhadon (680 SM) dan dibeberaoa segel menterai kendi. Dalam kitab tawarikh tercatat beberapa nama yang didalamnya mengandung unsur ‘’Salman’’ dan ‘’Melek’’, sedangkan dari Perjanjian Lama juga diketahui beberapa nama raja-raja yang mengandung unsur ‘’Hadad’’, ‘’Baal’’, dan ‘’El’’.Hadad berasal dari Semit Utara, Salman berasal dari Asyur, Qaus dari arabia, kata yang lain berasal dari Semit barat. Qaus berasal dari Arabia yang kemudian menjadi ilah utama bagi bangsa edom, paling tidak pada periode bangsa Israel. Qaus ini merupakan ilah badai yang juga berhubungan dengan Hadad.[3]

Masa Puncak kejayaan dan kejatuhan
Masa kejatuhan dari bangsa Edom yang bisa dilihat dari Alkitab adalah pada masa pemerintahan Daud yang memerintah atas bangsa Israel. Daud berhasil menaklukan Edom (2 samuel 8:13-14). Dalam pemerintahan bangsa Israel selanjutnya yang dipimpin oleh Salomo, bangsa Edom memberikan upeti kepada bangsa Israel dan mereka tidak membahayakan usaha pelayarannya di Eziom-geber. Akan tetapi, sesudah kematian Salomo, bangsa Edom memberontak dan pelayaran menjadi tidak aman.

Bangsa Edom memberontak dan mendirikan kembali kerajaan mereka. Meskipun dalam peperangan raja Yehoram memenangkan banyak pertempuran dengan bangsa Edom, tetapi bangsa Edom tetap terus memberontak. Pada pertempuran-pertempuran selanjutnya bangsa Edom dapat mengalahkan raja Yoram (2 Raja-raja 8:24) dan Raja Ahas (2 raja-raja 16:5-18) dari Yehuda. Bangsa Edom diijinkan untuk mengacam umat pilihan Allah yaitu Israel supaya memaksa umat-Nya untuk mempercayai Allah dan kembali kepada jalan yang benar.

Hubungan dengan umat Allah
Hubungan bangsa Edom dengan bangsa Israel atau umat Allah sangat berdekatan, bangsa Edom terhitung sebagai bangsa saudara bukan hanya pada riwayat-riwayat yang tertulis pada kitab Kejadian saja tetapi juga tertulis dalam kitab Ulangan. Walaupun sering terjadi konflik antara kedua bangsa ini. kedekatan kedua bangsa ini ditunjukan dengan sejarah para leluhur mereka yaitu Esau dan Yakub (kej 25:19-26; 36:1; 8).[4] Orang Israel dan orang Edom selalu berkelahi sampai pada akhirnya bangsa Edom takluk kepada bangsa Israel.

Sesudah bangsa Israel keluar dari Mesir menuju Kanaan, bangsa Edom melarang bangsa Israel melalu negerinya, walaupun bangsa Israel telah meminta ijin kepada bangsa Edom. Sikap bangsa Edom ini memang kasar tetapi Allah melarang bangsa Israel untuk menganggap keji kakaknya, yaitu Edom (Bil. 20:14-21). Pada zaman Daud bangsa Edom ditaklukan oleh orang Israel , keadaaannya masih semikian di waktu Yosafat (1 rah. 23:48), tetapi di zaman Yoram bangsa Edom memberontak, tapi walaupun Yoram mengalahkan mereka dalam pertempuran, ia tidak dapat memaksa mereka takluk dan edom mendapatkan kelonggaran selama 40 tahun[5] (2 Taw. 21:8-10). Kemudian pada zaman Amazia mereka ditaklukan kembali (2 Raj. 14:7; 2 Taw.25:11 dan 12). Pada tahun 126 sebelum masehi, mereka ditaklukkan raja keturunan Hasmon: Johannes Hyrcanus I yang memaksa mereka bersunat dan menerima undang-undang Musa.

Permusuhan di antara bangsa Edom dan bangsa Israel nyata pada jatuhnya Yerusalem dalam tahun 586 SM, waktu mereka selalu mengadakan penggarongan dan hendak menduduki tanah Kanaan. Rasa permusuhan antara bangsa Yahudi dan bangsa Edom nyata dari kenyataan, bahwa Edom kemudian menjadi nama samaran bagi Roma, musuh bangsa Yahudi yang sangat dibenci.[6]

Analisa
Edom adalah bangsa yang juga keturunan dari Abraham, anak dari Ishak dan Ribka dan saudara dari Yakub. Dalam kisah hidupnya dalam Kejadian menuliskan bahwa Esau adalah awal mula dari sebuah bangsa yang besar yaitu bangsa Edom. Di kemudian hari bangsa Edom dan bangsa Israel yang adalah keturunan dari Yakub sebagai saudaranya Bangsa  Edom sering mengalami konflik dengan umat pilihan Allah atau bangsa Israel ini.

Hal yang luar biasa dari bangsa Edom adalah bahwa Allah masih mengasihi mereka, seperti dalam Ulangan 2:2-5;
2:4 Perintahkanlah kepada bangsa itu, demikian: Sebentar lagi kamu akan berjalan melalui daerah saudara-saudaramu, bani Esau, yang diam di Seir; mereka akan takut kepadamu. Tetapi hati-hatilah sekali;
2:5 janganlah menyerang mereka, sebab Aku tidak akan memberikan kepadamu setapak kaki dari negeri mereka, karena kepada Esau telah Kuberikan pegunungan Seir menjadi miliknya.


Dalam ayat-ayat tersebut dengan jelas dikatakan bahwa Allah memerintahkan bangsa Israel yang akan melewati daerah Edom yang sedang dalam perjalanan menuju ke tanah perjanjian, diperintahkan untuk tidak menyerang mereka bahkan dengan jelas dikatakan bahwa Allah memang telah memerikan daerah itu kepada bangsa Edom menjadi milik pusaka mereka sendiri, dan bangsa Israel tidak akan mendapat bagian apapun dari daerah Edom tersebut.
Dalam kitab Ulangan 23:7-8;
23:7 Janganlah engkau menganggap keji orang Edom, sebab dia saudaramu. Janganlah engkau menganggap keji orang Mesir, sebab engkau pun dahulu adalah orang asing di negerinya.
23:8 Anak-anak yang lahir bagi mereka dalam keturunan yang ketiga, boleh masuk jemaah TUHAN."

Kasih Allah sangat besar bagi bangsa Edom, Allah melarang umatNya untuk tidak menganggap bangsa Edom ini keji walaupun notabennya mereka diluar bangsa Israel, karena mau bagaimanapun bangsa Edom adalah saudara dari bangsa Israel dan Allah ingin mengajarkan bahwa kasih persaudaraan itu penting. Kelebihan bangsa Edom dari bangsa-bangsa lainpun dinyatakan pada ayat-ayat ini, jika bangsa-bangsa lain dikatakan bahwa mereka tidak boleh masuk ke Jemaah Tuhan sampai pada keturunan kesepuluh atau bahkan untuk selama-lamanya (Ulangan 23:1-6), namun bangsa Edom masih diijinkan oleh Allah dalam keturunan ke tiga.

Namun Kasih dari Allah ini sepertinya tidak ditanggapi dengan baik oleh bangsa Edom, mereka sangat angkuh dan menunjukan sikap yang tidak bersahabat terhadap bangsa Israel. Bahkan dikatakan bahwa bangsa Edom dalam Yehezkiel 35:5 mereka menyimpan dalam hati mereka permusuhan yang turun menurun kepada bangsa Israel dan juga kebencian (Yehezkiel 35:11)

Sikap itu ditujukan ketika bangsa Israel meminta izin untuk membiarkan mereka lewat di daerah bangsa Edom, tetapi dengan keras bangsa Edom menolak dan malah mengirimkan pasukan untuk menghadang bangsa Israel (Bilangan 20:14-21).

Sikap tidak bersahabat dari bangsa Edom ini juga terlihat dari beberapa data-data yang ada yaitu bahwa semasa kejatuhan Yerusalem di bawah pemerintahan Zedekia (587 SM), yaitu saat Yerusalem dihancurkan dan penduduk dari Israel ini semuanya ditawan ataupun malah dibantaI oleh bangsa Babel, bangsa Edom ikut ikut mengepung kota Yerusalem dan mengambil bagian dalam penjarahan kota tersebut. ketika ada orang Yahudi yang berhasil meloloskan diri dari malapetaka tersebut, bangsa Edom akan menangkap dan mengembalikan mereka ke Babel ke dalam tawanan bangsa Babel (Yehemia 35)

Kekerasan yang dilakukan oleh bangsa Edom terhadap bangsa Israel ditunjukan dalam beberapa nats Alkitab dalam Perjanjian Lama. Dalam ayat-ayat tersebut dijelaskan sikap bangsa Edom yang tidak menyadari kasih Allah dalam bangsa mereka, mereka sombong akan kedudukan mereka yang berada dalam posisi yang strategis yaitu di atas gunung, dikatakan bahwa mereka tinggal di liang-liang batu (Obaja 1:3-4), mereka bersukacita atas kehancuran Yerusalem yang notabennya adalah saudara mereka sendiri (Obaja 11-14). Bangsa Edom adalah bangsa yang sombong dan arogan, bangsa yang menyimpan permusuhan di dalam hatinya, sampai beberapa kali dijelaskan dalam Alkitab (Yeremia 49:7-22, Obaja 1,Yehezkiel 25:12-14). Mereka mengejar saudaranya dengan pedang, mengekang belas kasihnya, tidak memadamkan api amarahnya dan menyimpan dendam yang terus menerus kepada bangsa Isarel (Amos 1:11-12)

Perbuatan-perbuatan yang dilakukan oleh Edom ini membuat murka Allah menyala atas mereka, nubuatan-nubuatan atas apa yang terjadi atas mereka ditulis dibeberapa bagian dalam Alkitab perjanjian Lama.
Ada beberapa nubuatan yang dikatakan oleh para nabi-nabi mengenai bangsa Edom yaitu;
a.      Bangsa Edom akan menjadi hamba dari bangsa Israel yang adalah adeknya (Kej 27:40)
b.     Wilayah dan tanah bangsa Edom akan diduduki (Bilangan 24:18)
c.      Bangsa Edom akan dihukum bersama dengan bangsa-bangsa lain (Yeremia 9:25-26; 25:17-27)
d.     Meneriman hukuman karena menganiaya bangsa Isarael yang merupakan bangsa pilihan (Yesaya 34:5-8; 63:1-4; Ratapan 4:21; Yehemia 25:13.14; Amos 1:11,12;)
e.      Edom akan menjadi bangsa yang kecil diantara bangsa-bangsa, akan diperangi, orang-orang bijaksana dan para pahlawan yang ada di Edom akan lenyap, harta benda bangsa Edom akan diambil dan dilenyapkan semuanya (Obaja 1:1-16)

Kegenapan atas nubuatan-nubuatan ini terjadi di kemudian hari. Pada tahun 300 SM kerajaan Nabatean Arab merebut wilayah Edom yang lebih dikenal dengan nama Idumea pada zaman Hellenis. Petra dijadikan menjadi ibukota kerajaan Nabatean, dan zaman Makabe orang-orang Idumea atau bangsa Edom yang masih tersisa dipaksa oleh orang-orang Yahudi untik bergabung menjadi keolpok Makabe dan harus menganut Yudaisme. Setelah kehancuran Yerusalem pada tahun 70 SM, bangsa Edompun lenyap.[7] Saat ini daerah Edom  disamakan dengan daerah yang bernama Petra, yang tertinggal hanya reruntuhannya saja.

Prinsip Biblika dari belajar bangsa Edom
·       Allah memegang kendali atas setiap peristiwa yang terjadi dalam sejarah manusia
·       Allah adalah Allah yang kasih, yang mencurahkan kasihNya bukan hanya kepada bangsa Israel tetapi juga kepada bangsa-bangsa lain, terkhusus pada pembahasan ini Allah sangat mengasihi bangsa Edom.
·       Kasih persaudaraan itu harus dimiliki
·       Tidak menyimpan dendam
·       Tidak membalas kejahatan dengan kejahatan, seperti Allah yang memerintahkan bangsa Israel untuk menanggap bangsa Edom tidak keji
·       Kesombongan adalah awal dari kejatuhan
·       Perhatikanlah kemurahan Allah tetapi juga keadilan Allah
·       Jangan bersukacita atas kejatuhan dari orang lain







Kesimpulan
Bangsa Edom adalah keturunan dari Ishak dan Ribka, saudara dari Yakub yaitu Esau. Dikemudian hari Yakub menjadi bangsa yang besar yaitu bangsa Israel dan Esau juga menjadi suatu bangsa yang besar yaitu bangsa Edom. Bangsa Edom adalah bangsa yang sangat luar biasa mereka memiliki sistem perekonomian dan sistem pemerintahan yang baik. Mereka tinggal di daerah yang tinggi yang sangat strategis bagi kehidupan mereka.

Memang ada ikatan saudara di antara kedua bangsa tersebut, namun konflik diantaranya tidak pernah berhenti. Alkitab menyatakan bahwa Allah sangat mengasihi bangsa Edom, namun bangsa Edom tidak merespon kasih Allah itu denga baik. Mereka sangat sombong atas apa yang mereka miliki, mereka menyimpan rasa permusuhan dengan bangsa Israel bahkan kasih persaudaraan tidak mereka miliki. Mereka bersukacita atas kejatuhan bangsa Israel bahkan ikut ambil adil dalam menghancurkan bangsa Israel. Demikianlah Allah membalaskan semua kejahatan yang dilakukan mereka. Murka Allah tetap menyala atas bangsa Edom.

Banyak hal yang dapat dipelajari dari bangsa Edom ini, sering kali dalam kehidupan manusia juga dipenuhi dengan kesombongan, keegoisan, bahkan kasih akan saudarapun kadang tidak ada. Namun pada pembahasan ini kita harus belajar bahwa Allah telah mengasihi kita demikian juga kita harus menyatakan kasih itu kepada saudara-saudara kita yang juga meluas kepada orang lain supaya murka Allah itu tidak menyala atas kehidupan kita.



[1] David M. Howard Jr, Kitab-kitab Sejarah Dalam Perjanjian Lama (Jawa Timur: Gandum Emas,2009),258
[2] Frances Blankenbaker,Inti Alkitab Untuk Para Pemula,(Jakarta:Gunung Mulia,2007),168
[3]Th.c. Vriezen, Agama Israel Kuno, (Jakarta: Gunung Mulia, 2006), 56.
[4]W.R.f. Browning, kamus Alkitab A Dictonary of the bible,(Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2007),88
[5]D. Guthrie, Ensiklopedia Alkitab Masa Kini, (Jakarta: LAI, 2002),266
[6]F.L. Bakker, Sejarah Kerajaan Allah 1 PI, (Jakarta: Gunung Mulia, 2007), 171.

Comments

Popular posts from this blog

PERKEMBANGAN TEOLOGI PERJANJIAN LAMA

PERMULAAN DAN PERKEMBANGAN TEOLOGI PERJANJIAN LAMA Teologi perjanjian lama tidak pernah terlepas dari teologi alkitabiah dan telah mengalami perkembangan, yaitu: a.       Sejak reformasi hingga pencerahan Prinsip golongan Protestan “sola scriptura” (hanya dengan alkitab saja) menjadi sorak peperangan dari gerakan reformasi terhadap teologi skolastik dan tradisi kekuasaan gereja dengan memberikan sumber perkembangan teologi alkitabiah dalam penafsiran alkitab ( sui ipssius ). Teologi alkitabiah dipakai dalam dua arti, yaitu 1)sebuah teologi yang ajarannya bersumber dan berdasarkan alkitab saja; 2) teologi yang dikandung oleh alkitab itu sendiri. Hermeneutika Luther “sola scriptura” serta prinsipnya “was Christum treibet” dan juga dualisme antara isi dan jiwa menghalanginya untuk mengembangkan teologi alkitabiah.   Kemudian dikembangkan oleh O. Glait dan Andreas Fischer, kemudian Walfgang Jacob Christman dalam bukunya yang berjudul Teutsche...

ENGKAU BERHARGA DI MATA ALLAH (Yesaya 43:1-7)

Saya menyapa saudara/saudari yang terkasih didalam nama Tuhan, “syalom”. Saya bersyukur kepada Tuhan dan saya juga berterimakasih kepada bapak gembala dan ibu gembala , yang telah memberikan saya kesempatan untuk menyampaikan firman Tuhan pada pagi hari ini untuk kita semua. Saya membawa renungan dari Kitab Yesaya 43:1-7.   Kita akan baca ayat ini, dan saya minta ayat yang ganjil dibacakan oleh pria dan ayat yang genap dibacakan oleh wanita. Tema yang saya bawakan untuk kita hari ini yaitu “engkau berharga dimata Allah”.   Ilustrasi : Sebelum saya menyampaikan firman Tuhan, saya pernah menonton sebuah film, Dimana dalam sebuah film ini menceritakan tentang seorang pria yang hebat, dia selalu juara 1 dalam memenangkan perlombaan baddminton, dengan kehebatan yang dia miliki dia sangat dikagumi oleh banyak orang dan dipandang orang dengan berharga karena dia membawa nama Negaranya. Namun, dengan beberapa tahun kemudian, karena dia sedang mengalami penyakit dia terpaksa ...

PSL-7 AKU ADA KARENA DIA ADA

Aku hidup dan ku ada, kar’na Tuhan ada. Bahwa aku bisa s’mua, kar’na Dia ada.       Aku hidup dan ku ada, kar’na Tuhan ada. Bahwa aku bisa s’mua, kar’na Dia ada.       Aku hidup dan ku ada, kar’na Tuhan ada. Bahwa aku bisa s’mua, kar’na Dia ada.