Latar
Belakang Masalah
Dalam
Alkitab banyak nama-nama bangsa yang disebutkan, nama-nama bangsa yang
disebutkan pastinya memiliki hal yang penting untuk di selidiki karena setiap
yang tertulis dalam Alkitab pasti ada hubungannya dengan jalur keselamatan.
Di
dalam Perjanjian Lama ada banyak bangsa yang disebutkan, bangsa-bangsa ini
berada di sekeliling dari bangsa Israel yang adalah umat pilihan Allah. Mulai
dari bangsa Moab, Amori, Amon, Edom, Mesir dan masih banyak lagi. Bangsa Israel
hidup di antara bangsa-bangsa itu dan secara langsung maupun langsung
bangsa-bangsa yang berada di sekiling bangsa ini akan mempengaruhi bangsa
Isarel. Seperti waktu bangsa Israel berada di padang gurun mereka membuat
patung lembu emas seperti yang ada di tanah Mesir.
Pengamatan
dan penyelidikan atas bangsa-bangsa yang ada berada di sekililing bangsa Israel
akan membuat kita sebagai penafsir Alkitab akan lebih mengerti dan memahami apa
maksud dari teks Alkitab itu sebenarnya.
Salah
satu bangsa yang akan dibahas pada makalah ini adalah bangsa Edom. Bangsa Edon
sering juga disebut sebagai bangsa Seir. Bangsa Edom ini disebut beberapa kali
pada Alkitab khususnya di dalam Perjanjian lama. Edom adalah suatu bangsa Semit
yang berada pada zaman tembaga sekitar abad ke 14-13 SM.
Pokok dan Rumusan Masalah
Berdasarkan
latar belakang masalah tersebut, maka penulis merumuskan pokok masalah sebagai
berikut : Survai terhadap bangsa-bangsa yang berada di sekitar bangsa Israel
yang adalah bangsa pilihan Allah terkhusus pada makalah ini akan membahas
tentang bangsa Edom yang masih memiliki kedekatan dengan bangsa Israel.
Selanjutnya
untuk mempertajam pokok masalah yang ada, penulis memunculkan rumusan masalah
dalam bentuk pertanyaan sebagai berikut :
1. Bagaimana
seluk beluk bangsa Edom ?
2. Bagaimana
analisa terhadap bangsa Edom ?
3. Apa
prinsip biblika yang dapat diambil melalui survai dari bangsa Edom ?
Tujuan
Penelitian
Adapun tujuan penulisan makalah ini
adalah untuk :
Pertama
, menjelaskan seluk beluk bangs Edom
Kedua,
bagaimana analisa terhadap bangsa Edom
Ketiga,
menguraikan prinsip-prinsip biblika yang dapat di ambil melalui survai atas
bangsa Edom
Nama dan
asal-usul tempat Edom
Kata
Edom untuk yang pertama kali di dalam Alkitab yaitu tepatnya dalam Kejadian 25:25.
Edom merupakan anak dari Ishak dan Ribka, saudara dari Yakub. Nubuatan tentang
dua saudara ini telah disebutkan sejal mereka dalam kandungan. Kedua bersaudara
ini telah bertolak-tolakan di dalam kandungan dan Firman Allah kepada Ribka
menyatakan bahwa akan ada 2 bangsa dari kedua anak ini, yang tua akan menjadi
hamba dari anak yang lebih muda (Kejadian 25:23).
Ketika
Yakub memiliki beberapa isteri maka mereka melahirkan anak-anaknyanya dan terus
berkembang menjadi suatu bangsa yang besar dinamakan dengan bangsa Israel.
Demikianpun Esau yang memiliki beberapa isteri dari tanah Kanaan (Cf. Kej 28:8)
dan melahirkan anak-anak bagi Esau dan menjadi sebuah bangsa yaitu bangsa Edom.
Arti
kata dari Edom sendiri adalah merah. Nama Edom ini diberikan oleh kedua orang
tuanya adalah berkaitan dengan kelahirannya, dia dilahirkan dengan warna tubuh
yang kemerah-merahan, dpikatakan bahwa tubuhnya seperti jubah berbulu (Kej
25:25).
Dalam
Alkitab kata Edom ini bisa menunjukan beberapa hal yaitu
1. Esau
adalah anak dari Yakub dan Ribka, ditekankan beberapa kali bahwa Esau, yaitu
Edom (cf Kej 36:1,8,19)
2. Orang
Edom sebagai suatu kelompok bangsa (cf Bil 20:18, 20, 21 Am 1:6, 11, 9:12; Mal
1:4)
3. Tanah
yang diduduki oleh bangsa Edom dulu disebut dengan tanah Seir (kej 32:3;
36:2021,30; Bil 24:18)
Namun
yang pasti bangsa Edom adalah bangsa yang berasal dari keturunan Ishak dan
Ribka saudara kandung dari Yakub (Cf Kej 25:19-34). Esau menetap di tanah Seir setelah dia
berjumpa dengan Yakub adiknya dan setelah mereka menguburkan Ishak ayah mereka
yang telah mati. Mereka berkembang dan tinggal di tanah Seir (cf Kej 36:6-8).
Lokasi geografis bangsa
Edom
Daerah
Edom terbentang dari Wadi Zered samapai ke Teluk Akaba kr 160 km, meluas ke
arah kedua sisi Araba atau padang gurun Edom (2 Raj 3:8,20), daerah yang luas
yang menghubungkan Laut mati dengan Laut Merah. Daerah tersebut berbukit-bukit,
dengan puncak puncak yang ketinggiannya mencapai 1.607 m. Daerah tersebut
bukanlah daerah yang subur tetapui tetap ada lahan yang baik untuk ditanami
(Bil 20:17,19). Daerah Edom adalah tempat yang sulit dengan padang gurun yang
membakar dan jurang-jurang berbahaya, di mana kedua sisinya berakhir Lembah
Patahan (Daerah Jurang) sebelah selatan Laut mati.[1]
Menurut
penemuan sejarah Saat ini, Petra merupakan salah satu keajaiban dunia yang
ditemukan pada masa-masa ini. Untuk masuk ke ke Petra harus melewati lorong
sempit yang panjangnya lebih dari satu mil, dikedua sisinya terdapat tebing
batu yang tingginya mencapai ratusan meter.[2]
Lokasi dan
ibu kota bangsa Edom
Edom
merupakan suatu tempat yag sebelumnya dikenal dengan nama Seir. Tanah dan penghuni
daerah Edom ini ditemukan di dataran bagian selatan dan tenggara dari laut
mati. Edom bertetangga dengan bangsa Israel di sebelah timur dan selatan.
Panjang
wilayah Edom sekitar 160 Km, terbentang dari Wadi Zered sampai ke Teluk Aqaba.
Batas wilayah dari Edom yaitu, batas utara adalah Wadi Zered dan Teluk Akaba,
batas sebelah timur Edom adalah Wadi Araba, batas sebelah selatan Edom adalah
Wadi el-Hesea, dan yang terakhir adalah batas sebelah barat dari Edom adalah
padang gurun Araba. Daerah Edom meluas samapai ke sisi Araba, suatu daerah
seperti lembah yang menghubungkanlaut merah dengan laut mati. Daerah Edom
adalah daerah yang berbukut-bukit dengan tingginya mencapai 1607 m, dataran
tingginya mencapai 5000 m – 5600 m. Daerah Edom terbagi menjadi tiga bagian yaitu
darah hutan Edom, daerah-daerah kecil Edom, dan daerah pedalaman Edom.
·
Daerah hutan Edom
Daerah hutan edom ini sering disebut dengan daerah
mereh karena tanahnya yang berwarna merah dan juga batu-batunya yang bwerwarna
merah
Ibu kota Edom adalah Sela tepatnya di dataran kecil
dekat Petra, arti dari kata Petra adalah batu besar. Kota-kota lain yang
penting di daerah Edom adalah kota Bozra dan Teman. Bozra merupakan kota
metropolis Utara yang juga dikatakan sebagai ibu kota dari bangsa Edom. Bozra
terkenal dengan industry tenunan dan juga pakaian celup yang biasanya di
ekspor. Bozra juga memili kekayaan yang lain yaitu bangunan-bangunan puri yang
indah (Amos 1:12), dan juga terkenal dengan perkebunan sayurnya yang
menjadikannya makmur.
Sistem
Pemerintahan (pimpinan yang paling terkenal)
Para
mulanya bangsa Edom dipimpin oleh para syekh yang kemudian menjadi sebuah
sistem kerajaan. Bangsa Edom menggunakan sistem pemerintahan monarki. Sistem
monarki adalah sebuah sistem yang dipegang oleh seorang penguasa monarki.
Sistem ini adalah sistem pemerintahan yang tertua yang pernah ada di dunia. sistem
pergantian penguasaan yang dilakukan terlihat bahwa raja-raja yang memipin
bangsa edom berasal dari berbagai suku dan keturunan Syekh, jadi pemerintahan
yang dipegang tidak berdasarkan jalur keturunan atau tahta yang diwariskan.
Sistem
pemerintahan dari bangsa Edom ini telah dipraktekan jauh sebelum bangsa Israel
melakukannya. Pengangkatan kepemimpinan atau raja dilakukan dengan cara
pemilihan oleh orang-orang tertentu seperti imam.
Ada
beberapa nama yang tertulis dalam Alkitab sebagai raja-raja yang menguasai
bangsa Edom dalam pemerintahannya. Raja yang pertama yang disebutkan oleh
Alkitab adalah Bela bin Beor yang kotanya Bernama Dinhaba. Setelahh
kepemimpinannya selesai, dia kemudian digantikan oleh raja-raja lain. Raja
terkahir dari bangsa Edom yang dituliskan dalam alkitab adalah Hadar nama
kotanya bernama Pahu (Cf. Kej 36:31-39). Selain raja-raja ada juga
kepala-kepala kaum dari bangsa Edom
Sistem
Perekonomian
Perekonomian
bangsa Edom diperoleh melalui bidang pertanian, bangsa Edom juga memperkaya
diri dengan perdagangan besi dan tembaga. Pada masa itu besi dan tembaga dalah
alat yang sangat dibutuhkan dalam kegiatan masyarakat. Perdagangan bangsa Edom
dilakukan dengan bangsa Babilonia, Siria, Arab, dan bangsa Mesir. Didalam
Alkitabpun dijelaskan bahwa bangsa Edom sangat giat dalam perdagangan, di dalam
Yehemia 27:20.
Sistem
keagaaman atau kepercayaan
Seluk
beluk agama Edom sangat sulit untuk ditelusuri, selain daripada beberapa nama
ilah yang dapat diketahui. Agama Edom memiliki sebuah ciri yaitu suatu panteon
yang heterogen yang tersusun dari atas dasar tradisi Arab Utara. Bangsa Edom
aktif dalam perdagangan, dari situ kebudayaannya mencapai suatu warna
internasional. Bangsa edom memiliki hubungan ke beberapa bangsa lain seperti
bangsa Mesir, Arabia, Israel,Filistin, dan juga suku-suku di padang gurung di
Arabia Utara. Keberadaan Edom menjadi penyabab, mengapa literature hikmat yang
berwarna internasionalberkembang di Edom.
Bangsa
Edom memiliki ilah yang dinamakan Qaus yang pada zaman selanjutnya masih disembah
di Nabatea. Nama ini tedapat pada bagian pertama dari nama salah seorang raja
dalam surat kepada Esarhadon (680 SM) dan dibeberaoa segel menterai kendi.
Dalam kitab tawarikh tercatat beberapa nama yang didalamnya mengandung unsur
‘’Salman’’ dan ‘’Melek’’, sedangkan dari Perjanjian Lama juga diketahui
beberapa nama raja-raja yang mengandung unsur ‘’Hadad’’, ‘’Baal’’, dan
‘’El’’.Hadad berasal dari Semit Utara, Salman berasal dari Asyur, Qaus dari
arabia, kata yang lain berasal dari Semit barat. Qaus berasal dari Arabia yang
kemudian menjadi ilah utama bagi bangsa edom, paling tidak pada periode bangsa
Israel. Qaus ini merupakan ilah badai yang juga berhubungan dengan Hadad.[3]
Masa Puncak
kejayaan dan kejatuhan
Masa
kejatuhan dari bangsa Edom yang bisa dilihat dari Alkitab adalah pada masa
pemerintahan Daud yang memerintah atas bangsa Israel. Daud berhasil menaklukan
Edom (2 samuel 8:13-14). Dalam pemerintahan bangsa Israel selanjutnya yang
dipimpin oleh Salomo, bangsa Edom memberikan upeti kepada bangsa Israel dan
mereka tidak membahayakan usaha pelayarannya di Eziom-geber. Akan tetapi,
sesudah kematian Salomo, bangsa Edom memberontak dan pelayaran menjadi tidak
aman.
Bangsa
Edom memberontak dan mendirikan kembali kerajaan mereka. Meskipun dalam
peperangan raja Yehoram memenangkan banyak pertempuran dengan bangsa Edom,
tetapi bangsa Edom tetap terus memberontak. Pada pertempuran-pertempuran
selanjutnya bangsa Edom dapat mengalahkan raja Yoram (2 Raja-raja 8:24) dan
Raja Ahas (2 raja-raja 16:5-18) dari Yehuda. Bangsa Edom diijinkan untuk
mengacam umat pilihan Allah yaitu Israel supaya memaksa umat-Nya untuk
mempercayai Allah dan kembali kepada jalan yang benar.
Hubungan dengan
umat Allah
Hubungan
bangsa Edom dengan bangsa Israel atau umat Allah sangat berdekatan, bangsa Edom
terhitung sebagai bangsa saudara bukan hanya pada riwayat-riwayat yang tertulis
pada kitab Kejadian saja tetapi juga tertulis dalam kitab Ulangan. Walaupun
sering terjadi konflik antara kedua bangsa ini. kedekatan kedua bangsa ini
ditunjukan dengan sejarah para leluhur mereka yaitu Esau dan Yakub (kej
25:19-26; 36:1; 8).[4]
Orang Israel dan orang Edom selalu berkelahi sampai pada akhirnya bangsa Edom
takluk kepada bangsa Israel.
Sesudah
bangsa Israel keluar dari Mesir menuju Kanaan, bangsa Edom melarang bangsa
Israel melalu negerinya, walaupun bangsa Israel telah meminta ijin kepada
bangsa Edom. Sikap bangsa Edom ini memang kasar tetapi Allah melarang bangsa
Israel untuk menganggap keji kakaknya, yaitu Edom (Bil. 20:14-21). Pada zaman
Daud bangsa Edom ditaklukan oleh orang Israel , keadaaannya masih semikian di
waktu Yosafat (1 rah. 23:48), tetapi di zaman Yoram bangsa Edom memberontak,
tapi walaupun Yoram mengalahkan mereka dalam pertempuran, ia tidak dapat
memaksa mereka takluk dan edom mendapatkan kelonggaran selama 40 tahun[5] (2
Taw. 21:8-10). Kemudian pada zaman Amazia mereka ditaklukan kembali (2 Raj.
14:7; 2 Taw.25:11 dan 12). Pada tahun 126 sebelum masehi, mereka ditaklukkan
raja keturunan Hasmon: Johannes Hyrcanus I yang memaksa mereka bersunat dan
menerima undang-undang Musa.
Permusuhan
di antara bangsa Edom dan bangsa Israel nyata pada jatuhnya Yerusalem dalam
tahun 586 SM, waktu mereka selalu mengadakan penggarongan dan hendak menduduki
tanah Kanaan. Rasa permusuhan antara bangsa Yahudi dan bangsa Edom nyata dari
kenyataan, bahwa Edom kemudian menjadi nama samaran bagi Roma, musuh bangsa
Yahudi yang sangat dibenci.[6]
Analisa
Edom
adalah bangsa yang juga keturunan dari Abraham, anak dari Ishak dan Ribka dan
saudara dari Yakub. Dalam kisah hidupnya dalam Kejadian menuliskan bahwa Esau
adalah awal mula dari sebuah bangsa yang besar yaitu bangsa Edom. Di kemudian
hari bangsa Edom dan bangsa Israel yang adalah keturunan dari Yakub sebagai
saudaranya Bangsa Edom sering mengalami
konflik dengan umat pilihan Allah atau bangsa Israel ini.
Hal
yang luar biasa dari bangsa Edom adalah bahwa Allah masih mengasihi mereka,
seperti dalam Ulangan 2:2-5;
2:4 Perintahkanlah kepada bangsa itu, demikian:
Sebentar lagi kamu akan berjalan melalui daerah saudara-saudaramu, bani Esau,
yang diam di Seir; mereka akan takut kepadamu. Tetapi hati-hatilah sekali;
2:5 janganlah menyerang mereka, sebab Aku tidak akan
memberikan kepadamu setapak kaki dari negeri mereka, karena kepada Esau telah
Kuberikan pegunungan Seir menjadi miliknya.
Dalam
ayat-ayat tersebut dengan jelas dikatakan bahwa Allah memerintahkan bangsa
Israel yang akan melewati daerah Edom yang sedang dalam perjalanan menuju ke
tanah perjanjian, diperintahkan untuk tidak menyerang mereka bahkan dengan
jelas dikatakan bahwa Allah memang telah memerikan daerah itu kepada bangsa
Edom menjadi milik pusaka mereka sendiri, dan bangsa Israel tidak akan mendapat
bagian apapun dari daerah Edom tersebut.
Dalam
kitab Ulangan 23:7-8;
23:7 Janganlah engkau
menganggap keji orang Edom, sebab dia saudaramu. Janganlah engkau menganggap
keji orang Mesir, sebab engkau pun dahulu adalah orang asing di negerinya.
23:8 Anak-anak yang
lahir bagi mereka dalam keturunan yang ketiga, boleh masuk jemaah TUHAN."
Kasih
Allah sangat besar bagi bangsa Edom, Allah melarang umatNya untuk tidak
menganggap bangsa Edom ini keji walaupun notabennya mereka diluar bangsa
Israel, karena mau bagaimanapun bangsa Edom adalah saudara dari bangsa Israel
dan Allah ingin mengajarkan bahwa kasih persaudaraan itu penting. Kelebihan
bangsa Edom dari bangsa-bangsa lainpun dinyatakan pada ayat-ayat ini, jika
bangsa-bangsa lain dikatakan bahwa mereka tidak boleh masuk ke Jemaah Tuhan
sampai pada keturunan kesepuluh atau bahkan untuk selama-lamanya (Ulangan
23:1-6), namun bangsa Edom masih diijinkan oleh Allah dalam keturunan ke tiga.
Namun
Kasih dari Allah ini sepertinya tidak ditanggapi dengan baik oleh bangsa Edom,
mereka sangat angkuh dan menunjukan sikap yang tidak bersahabat terhadap bangsa
Israel. Bahkan dikatakan bahwa bangsa Edom dalam Yehezkiel 35:5 mereka
menyimpan dalam hati mereka permusuhan yang turun menurun kepada bangsa Israel
dan juga kebencian (Yehezkiel 35:11)
Sikap
itu ditujukan ketika bangsa Israel meminta izin untuk membiarkan mereka lewat
di daerah bangsa Edom, tetapi dengan keras bangsa Edom menolak dan malah
mengirimkan pasukan untuk menghadang bangsa Israel (Bilangan 20:14-21).
Sikap
tidak bersahabat dari bangsa Edom ini juga terlihat dari beberapa data-data
yang ada yaitu bahwa semasa kejatuhan Yerusalem di bawah pemerintahan Zedekia
(587 SM), yaitu saat Yerusalem dihancurkan dan penduduk dari Israel ini
semuanya ditawan ataupun malah dibantaI oleh bangsa Babel, bangsa Edom ikut
ikut mengepung kota Yerusalem dan mengambil bagian dalam penjarahan kota
tersebut. ketika ada orang Yahudi yang berhasil meloloskan diri dari malapetaka
tersebut, bangsa Edom akan menangkap dan mengembalikan mereka ke Babel ke dalam
tawanan bangsa Babel (Yehemia 35)
Kekerasan yang
dilakukan oleh bangsa Edom terhadap bangsa Israel ditunjukan dalam beberapa
nats Alkitab dalam Perjanjian Lama. Dalam ayat-ayat tersebut dijelaskan sikap
bangsa Edom yang tidak menyadari kasih Allah dalam bangsa mereka, mereka
sombong akan kedudukan mereka yang berada dalam posisi yang strategis yaitu di
atas gunung, dikatakan bahwa mereka tinggal di liang-liang batu (Obaja 1:3-4),
mereka bersukacita atas kehancuran Yerusalem yang notabennya adalah saudara
mereka sendiri (Obaja 11-14). Bangsa Edom adalah bangsa yang sombong dan
arogan, bangsa yang menyimpan permusuhan di dalam hatinya, sampai beberapa kali
dijelaskan dalam Alkitab (Yeremia 49:7-22, Obaja 1,Yehezkiel 25:12-14). Mereka
mengejar saudaranya dengan pedang, mengekang belas kasihnya, tidak memadamkan
api amarahnya dan menyimpan dendam yang terus menerus kepada bangsa Isarel
(Amos 1:11-12)
Perbuatan-perbuatan
yang dilakukan oleh Edom ini membuat murka Allah menyala atas mereka,
nubuatan-nubuatan atas apa yang terjadi atas mereka ditulis dibeberapa bagian
dalam Alkitab perjanjian Lama.
Ada beberapa nubuatan yang dikatakan oleh para
nabi-nabi mengenai bangsa Edom yaitu;
a. Bangsa
Edom akan menjadi hamba dari bangsa Israel yang adalah adeknya (Kej 27:40)
b. Wilayah
dan tanah bangsa Edom akan diduduki (Bilangan 24:18)
c. Bangsa
Edom akan dihukum bersama dengan bangsa-bangsa lain (Yeremia 9:25-26; 25:17-27)
d. Meneriman
hukuman karena menganiaya bangsa Isarael yang merupakan bangsa pilihan (Yesaya
34:5-8; 63:1-4; Ratapan 4:21; Yehemia 25:13.14; Amos 1:11,12;)
e. Edom
akan menjadi bangsa yang kecil diantara bangsa-bangsa, akan diperangi,
orang-orang bijaksana dan para pahlawan yang ada di Edom akan lenyap, harta
benda bangsa Edom akan diambil dan dilenyapkan semuanya (Obaja 1:1-16)
Kegenapan
atas nubuatan-nubuatan ini terjadi di kemudian hari. Pada tahun 300 SM kerajaan
Nabatean Arab merebut wilayah Edom yang lebih dikenal dengan nama Idumea pada
zaman Hellenis. Petra dijadikan menjadi ibukota kerajaan Nabatean, dan zaman
Makabe orang-orang Idumea atau bangsa Edom yang masih tersisa dipaksa oleh
orang-orang Yahudi untik bergabung menjadi keolpok Makabe dan harus menganut
Yudaisme. Setelah kehancuran Yerusalem pada tahun 70 SM, bangsa Edompun lenyap.[7]
Saat ini daerah Edom disamakan dengan
daerah yang bernama Petra, yang tertinggal hanya reruntuhannya saja.
Prinsip
Biblika dari belajar bangsa Edom
·
Allah memegang kendali
atas setiap peristiwa yang terjadi dalam sejarah manusia
·
Allah adalah Allah yang
kasih, yang mencurahkan kasihNya bukan hanya kepada bangsa Israel tetapi juga
kepada bangsa-bangsa lain, terkhusus pada pembahasan ini Allah sangat mengasihi
bangsa Edom.
·
Kasih persaudaraan itu
harus dimiliki
·
Tidak menyimpan dendam
·
Tidak membalas
kejahatan dengan kejahatan, seperti Allah yang memerintahkan bangsa Israel
untuk menanggap bangsa Edom tidak keji
·
Kesombongan adalah awal
dari kejatuhan
·
Perhatikanlah kemurahan
Allah tetapi juga keadilan Allah
·
Jangan bersukacita atas
kejatuhan dari orang lain
Kesimpulan
Bangsa
Edom adalah keturunan dari Ishak dan Ribka, saudara dari Yakub yaitu Esau.
Dikemudian hari Yakub menjadi bangsa yang besar yaitu bangsa Israel dan Esau
juga menjadi suatu bangsa yang besar yaitu bangsa Edom. Bangsa Edom adalah
bangsa yang sangat luar biasa mereka memiliki sistem perekonomian dan sistem
pemerintahan yang baik. Mereka tinggal di daerah yang tinggi yang sangat
strategis bagi kehidupan mereka.
Memang
ada ikatan saudara di antara kedua bangsa tersebut, namun konflik diantaranya
tidak pernah berhenti. Alkitab menyatakan bahwa Allah sangat mengasihi bangsa
Edom, namun bangsa Edom tidak merespon kasih Allah itu denga baik. Mereka
sangat sombong atas apa yang mereka miliki, mereka menyimpan rasa permusuhan
dengan bangsa Israel bahkan kasih persaudaraan tidak mereka miliki. Mereka
bersukacita atas kejatuhan bangsa Israel bahkan ikut ambil adil dalam
menghancurkan bangsa Israel. Demikianlah Allah membalaskan semua kejahatan yang
dilakukan mereka. Murka Allah tetap menyala atas bangsa Edom.
Banyak
hal yang dapat dipelajari dari bangsa Edom ini, sering kali dalam kehidupan
manusia juga dipenuhi dengan kesombongan, keegoisan, bahkan kasih akan
saudarapun kadang tidak ada. Namun pada pembahasan ini kita harus belajar bahwa
Allah telah mengasihi kita demikian juga kita harus menyatakan kasih itu kepada
saudara-saudara kita yang juga meluas kepada orang lain supaya murka Allah itu
tidak menyala atas kehidupan kita.
[1] David M. Howard Jr, Kitab-kitab Sejarah Dalam Perjanjian Lama (Jawa Timur: Gandum
Emas,2009),258
[2] Frances Blankenbaker,Inti
Alkitab Untuk Para Pemula,(Jakarta:Gunung Mulia,2007),168
[3]Th.c. Vriezen, Agama Israel
Kuno, (Jakarta: Gunung Mulia, 2006), 56.
[4]W.R.f. Browning, kamus Alkitab
A Dictonary of the bible,(Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2007),88
[5]D. Guthrie, Ensiklopedia
Alkitab Masa Kini, (Jakarta: LAI, 2002),266
[6]F.L. Bakker, Sejarah Kerajaan
Allah 1 PI, (Jakarta: Gunung Mulia, 2007), 171.
[7]http://www.sarapanpagi.org/nubuat-penggenapan-dalam-alkitab-vt1314.html,
diambil pada 25.5.2017. pkl 08.01

Comments
Post a Comment