Pemimpin yang diiimpikan semua orang
adalah pemimpin yang bisa beradaptasi dimanapun ia berada, baik tempat baru
atau tempat dimana ia berada saat itu juga.
Pemimpin yang baik adalah pribadi yang siap memimpin dimanapun ia
ditempatkan, baik ditempat yang kering maupun basah, artinya pemimpin yang di
ditempatkan didaerah yang baik penuh dengan berkat atau tempat yang penuh
derita. Kepemimpinan seperti memilih pasangan (hidup dalam suka dan duka/menerima
dalam suka dan duka), yaitu harus menerima dalam suka duka, artinya seorang
pemimpin juga harus bisa bertahan dalam suka dan duka didalam kepemimpinannya.
Ada beberapa hal yang harus kita pelajari dari seorang pemimpin yang
fleksibilitas didalam Perjanjian Baru, yaitu seorang rasul atau murid Yesus
Kristus yang bernama Filipus.
1.
Filipus
memanfaatkan waktu yang ada untuk memperkenalkan Kristus dalam
kehidupan sida-sida Etiopia supaya ia dapat memperoleh keselamatan.
2.
Melihat
tangungjawab seorang pemimpin sebelum ia memimpin sehingga
ia tidak mudah memberikan kepada orang lain tangungjawab kepemimpinannya
sendiri (ay. 25)
3.
Filipus tidak menunutut
jalannya sendiri, melainkan menyerahkan tujuannya di tangan Tuhan
(ay. 26-28). Untuk itu seorang pemimpin harus menjadikan doa sebagai tulangpungung
kepemimpinannya. Doa sebagai bentuk
penyerahan hidup kepada Tuhan, supaya memimpin segala kepemimpinannya (Tuhan
yang memimpin).
4.
Filipus
mendengar malaikat atau pewahyuan dari Allah. dimana Filipus mengetahui apa yang dikehendaki
Tuhan didalam hidupnya. Seorang pemimpin harus mengalami Tuhan dan
kepemimpinannya supaya dapat membawa orang lain kepada Tuhan, karena mustahil
kita mengajak seseorang tanpa kita mengalami terlebih dahulu Tuhan yang kita
kenal. Pemimpin yang sudah mengalami Tuhan, perkataanya akan didengarkan oleh
orang lain (ay. 29)
5.
Membagi
relasi, dimana apa yang kita
miliki dan alami kita sampaikan kepada orang lain. Seperti Filipus membagikan
pengalaman dan relasinya dengan Kristus kepada Sida-sida tersebut, sehingga
orang tersebut juga mendengar dan membangun hubungan yang baik dengan Tuhan
juga. (ay. 30-33)
6.
Filipus juga memenuhi kebutuhan religius dari sida-sida Etiopia (ay. 34-37)
7.
Menampilkan
relevansi kehidupan sekarang untuk kemudian hari. Sebab kepemimpinan
bukan lah prestasi melainkan perjuangan yang digapai dan bukan mimpi sebagia
bunga tidur.
8.
Filipus
memimpin suatu keputusan dimana satu titik yang diinginkan sida-sida tersebut. Tindakan Filipus terhadap Sida-sida menentukan
pengambilan keputusan yang terbaik didalam kehidupannya sendiri. Keputusannya
sangat mempengaruhi kehidupannya di masa yang akan datang.
Comments
Post a Comment