Skip to main content

GEMBALA SEBAGAI PENGAJAR


1)     Gembala adalah pengajar
Berdasarkan 1 Timotius 3:1-7 Lembaga Alkitab Indonesia (LAI) memberikan judul perikop syarat-syarat menjadi seorang penilik jemaat, dimana didalamnya terdapat suatu ketentuan bagi seorang pemimpin jemaat atau yang disebut pada saat ini adalah gembala sidang. Adapun kriteria tersebut adalah sebagai berikut
a.      Seorang yang tak bercacat
b.     Suami dari satu isteri dan dapat menahan diri
c.      Bijaksana
d.     Sopan
e.      Suka memberi tumpangan
f.      Cakap mengajar orang
g.     Bukan peminum
h.     Bukan pemarah melainkan peramah
i.       Pendamai
j.       Bukan hamba uang,
k.     Seorang kepala keluarga yang baik, disegani dan dihormati oleh anak-anaknya
l.       Bukan seorang yang baru bertobat, agar jangan ia menjadi sombong dan kena hukuman Iblis
m.   Mempunyai nama baik di luar jemaat, agar jangan ia digugat orang dan jatuh ke dalam jerat Iblis.

Dari syarat-syarat menjadi seorang gembala diatas, dapat dilihat salah satunya adalah cakap mengajar. Mengajar artinya memberikan petunjuk atau pemehaman kepada seseorang tentang suatu hal untuk dapat diketauhi supaya orang yang diajari memiliki pengetahuan tentang hal itu dan bisa melakukannya dengan baik dan benar. Mengajar pastinya menggunakan sebuah metode atau beberapa metode supaya yang diajari lebih mengerti dan tahu apa yang sedang dipelajarinya. Gembala sebagai seorang pengajar atau guru bagi jemaat harus mempunyai dasar yang kokoh akan firman Allah dan mengerti terlebih dahulu tujuan Allah supaya disaat mengajar tidak menyimpang dari kebenaran yang diinginkan Allah. Menurut Prof. H.M. Sukardi, MS., Ph.D. mengatakan bahwa untuk menjadi guru yang baik harus bisa bercerita, melihat dan mendengar, namun menjadi guru yang profesional perlu strategi belajar, berkomunikasi dan melakukan evaluasi supaya dapat paham yang belum dipahami, yang belum mengetahui menjadi tahu dan yang belum mdewasa menjadi dewasa.[1] Dari pandangan tersebut dapat dilihat bahwa menjadi seorang gembala sidang harus bisa menjadi seorang guru yang profesioanl disaat mengajarkan firman Tuhan kepada jemaat, dimana gembala memiliki pengetahuan yang luas akan firman Tuhan, kerohanian yang baik, dapat berkomunikasi dengan baik agar berita yang disampaikan jelas dan diterima dengan akurat oleh pendengar.
Gembala mengajar jemaat sesuai kebenaran firman Allah yang hidup supaya hidup didalam kehidupan setiap mereka yang mendengar. Mengajari jemaat kebenaran-kebenaran dari Allah sebagai perisai disaat ada pengajaran-pengajaran yang sesat dan tidak benar atau bisa mempertahankan dan memberi jawaban terhadap apa yang mereka yakini,  1 Petrus 3:15 berkata “Tetapi kuduskanlah Kristus di dalam hatimu sebagai Tuhan! Dan siap sedialah pada segala waktu untuk memberi pertanggungan jawab kepada tiap-tiap orang yang meminta pertanggungan jawab dari kamu tentang pengharapan yang ada padamu, tetapi haruslah dengan lemah lembut dan hormat”.
Yesus sendiri pernah berkata kepada murid-murid-Nya bahwa dunia ini jahat sehingga mereka harus licik seperti ular dan tulus seperti merpati, dari perkataan itu Yesus sedang mengajarkan kepada para murid untuk tetap teguh didalam pengajaran-Nya dan apabila tidak, maka para murid tidak akan bertahan melawan dunia ini. Murid diutus ke dalam dunia untuk memberitakan injil seperti yang diajarkan Yesus, untuk itu gembala sidang harus menyadari bahwa disaat ia mengajar jemaat harus ada didalam hatinya bahwa yang disampaikan merupakan sebuah persiapan bagi jemaat untuk menyampaiakn injil serta pertahanan untuk menghadapi dunia luar yang penuh dengan godaan dan cobaan yang menggoyahkan iman mereka kepada Yesus Kristus. Jemaat yang sudah dibekali dengan baik diutus kedalam dunia karena mereka adalah pelayan[2] Tuhan yang sudah dipersiapkan untuk memberitakan firman Allah. Dalam pemberitaan tersebut harus ada kesatuan jemaat untuk bersama-sama melanjutkan misi Allah di dunia, supaya penginjilan yang dilakukan membuahkan hasil yang yang memuaskan.


[1] Prof. H.M. Sukardi, MS., Ph.D, Evaluasi Pendidikan Prinsip & Operasionalnya, Bumi Aksara, 2012. Hlm 85.
[2] Francis O. Ayres, Pembinaan Warga Gereja, Malang: Gandum Mas, 2016. Hlm 45

Comments

Popular posts from this blog

PERKEMBANGAN TEOLOGI PERJANJIAN LAMA

PERMULAAN DAN PERKEMBANGAN TEOLOGI PERJANJIAN LAMA Teologi perjanjian lama tidak pernah terlepas dari teologi alkitabiah dan telah mengalami perkembangan, yaitu: a.       Sejak reformasi hingga pencerahan Prinsip golongan Protestan “sola scriptura” (hanya dengan alkitab saja) menjadi sorak peperangan dari gerakan reformasi terhadap teologi skolastik dan tradisi kekuasaan gereja dengan memberikan sumber perkembangan teologi alkitabiah dalam penafsiran alkitab ( sui ipssius ). Teologi alkitabiah dipakai dalam dua arti, yaitu 1)sebuah teologi yang ajarannya bersumber dan berdasarkan alkitab saja; 2) teologi yang dikandung oleh alkitab itu sendiri. Hermeneutika Luther “sola scriptura” serta prinsipnya “was Christum treibet” dan juga dualisme antara isi dan jiwa menghalanginya untuk mengembangkan teologi alkitabiah.   Kemudian dikembangkan oleh O. Glait dan Andreas Fischer, kemudian Walfgang Jacob Christman dalam bukunya yang berjudul Teutsche...

ENGKAU BERHARGA DI MATA ALLAH (Yesaya 43:1-7)

Saya menyapa saudara/saudari yang terkasih didalam nama Tuhan, “syalom”. Saya bersyukur kepada Tuhan dan saya juga berterimakasih kepada bapak gembala dan ibu gembala , yang telah memberikan saya kesempatan untuk menyampaikan firman Tuhan pada pagi hari ini untuk kita semua. Saya membawa renungan dari Kitab Yesaya 43:1-7.   Kita akan baca ayat ini, dan saya minta ayat yang ganjil dibacakan oleh pria dan ayat yang genap dibacakan oleh wanita. Tema yang saya bawakan untuk kita hari ini yaitu “engkau berharga dimata Allah”.   Ilustrasi : Sebelum saya menyampaikan firman Tuhan, saya pernah menonton sebuah film, Dimana dalam sebuah film ini menceritakan tentang seorang pria yang hebat, dia selalu juara 1 dalam memenangkan perlombaan baddminton, dengan kehebatan yang dia miliki dia sangat dikagumi oleh banyak orang dan dipandang orang dengan berharga karena dia membawa nama Negaranya. Namun, dengan beberapa tahun kemudian, karena dia sedang mengalami penyakit dia terpaksa ...

PSL-7 AKU ADA KARENA DIA ADA

Aku hidup dan ku ada, kar’na Tuhan ada. Bahwa aku bisa s’mua, kar’na Dia ada.       Aku hidup dan ku ada, kar’na Tuhan ada. Bahwa aku bisa s’mua, kar’na Dia ada.       Aku hidup dan ku ada, kar’na Tuhan ada. Bahwa aku bisa s’mua, kar’na Dia ada.