Skip to main content

KELEDAI YANG BISA BERBICARA (Bilangan 22:1-41; Mazmur 27:11)


Tujuan:
Melakukan kehendak sendiri akan membuat Allah marah dan teidak senang dengan kita

Renungan:
Raja Balak adalah orang yang memerintah Moab. Balak tidak menyukai bangsa Israel dan berusaha melawannya, apalagi disaat mendengar bahwa orang Israel akan menuju negerinya, ia segera memerintah orang penting untuk ke kota Peor agar menemui seseorang yang bernama Bileam seorang juru tenung supaya ia mengutuk orang-orang Israel (Balak mengetahui bahwa orang-orang yang diberkati Bileam mujur dan orang-orang yang dikutuknya akan hancur). Disaat orang suruhan Raja Balak sampai ditempat Bileam, maka ia suruh untuk bermalam sebab ia memberitahu jawabannya besok, sebab Bileam cukup tahu bahwa Tuhan Israel itu berkuasa. Tuhan berbicara kepada Bileam “Bileam....janganlah mengutuk bangsa Israel sebab Aku telah memberkati mereka. Pada keesokan harinya Bileam menyuruh mereka pergi sebab Tuhan tidak menginjinkan.

Para suruhana tersebut kembali kepada raja Balak untuk memberi laporan, namun Balak bersikeras untuk mengirim sekali lagi utusan pemuka-pemuka supaya Bileam mau, namun Bileam tetap tidak mau merskipun  ditawari emas dan perak oleh orang-orang utusan raja Balak.

Pada suatu kali Allah berfirman kepada Bileam bahwa ia boleh datang ke Moab, tetapi mengatakan apa yang difirmankan Allah. namun, setalah sampai di tempat raja Balak, Bileam tergiur dengan tawaran hadiah yang diberikan raja sehingga ia mengutuk bangsa Israel. Keputusan Bileam telah melanggar firman Allah dan Allah akhirnya mengirim  seorang malaikat untuk menghentikan perjalanan Bileam yang hendak mengutuk Israel dan ia tidak melihatnya, tapi keledainya melihat sehingga membleok namun Bileam mencambuknya dan membawanya kembali kejalan. Bileam kembali membawa keledainya kejalan, namun keledai itu melihat lagi malaikat itu sehingga ia menekan dirinya ke tembok, sebab jalan itu sempit dengan tembok sebelah menyebelah. Bileam meneruskan kembali jalannya, masalahnya, keledai Bileam tidak bisa menyususri jalan, maka ia marah sekali dan memukulinya dengan tongkat. Tiba-tiba keledai itu melihat Bileam dan berbicara “apakah yang kulakukan kepada tuan sehingga aku di pukuli seperti ini? Pernakah aku berbuat demikian kepada Tuhan”. Bileam terkejut dan merasa aneh melihat kejadian itu dengan rasa takut, Bileam menjawab kelaedai itu tidak.

Lalu Bileam menengadah dan melihat malaikat, akhirnya ia takut hingga tersungkur ditanah disisi keledainya. Malaikat berkata kepadanya mengapa engkau memukul keledaimu? Keledaimu telah menyelamatkan nyawamu, jika keledaimu tidak membelok, telah kubunuh engkau. Keledaimu telah menyelamatkan dirimu sebanyak tiga kali. Akhirnya Bileam sadar dan mengakui bahwa ia salah dan berdosa dihadapan Allah, bahwa ia menemui raja Balak untuk kepentingan dirinya sendiri dan telah melanggar perintah Allah.



Aktifitas:
1.     Perlihatkan gambar keledai
2.     Meminta anak menggambar hewan yang ia sukai
3.     Memberitahu anak bahwa hewan bisa berbicara atas kehendak Allah
4.     Mengikuti kehendak sendiri dari pada mengikuti kehendak Allah akan mendatangkan murka-Nya atas kita

Ayat Hafalan:
            Tunjukanlah jalan-Mu kepadaku ya Tuhan (Mazmur 27:11)

Comments

Popular posts from this blog

PERKEMBANGAN TEOLOGI PERJANJIAN LAMA

PERMULAAN DAN PERKEMBANGAN TEOLOGI PERJANJIAN LAMA Teologi perjanjian lama tidak pernah terlepas dari teologi alkitabiah dan telah mengalami perkembangan, yaitu: a.       Sejak reformasi hingga pencerahan Prinsip golongan Protestan “sola scriptura” (hanya dengan alkitab saja) menjadi sorak peperangan dari gerakan reformasi terhadap teologi skolastik dan tradisi kekuasaan gereja dengan memberikan sumber perkembangan teologi alkitabiah dalam penafsiran alkitab ( sui ipssius ). Teologi alkitabiah dipakai dalam dua arti, yaitu 1)sebuah teologi yang ajarannya bersumber dan berdasarkan alkitab saja; 2) teologi yang dikandung oleh alkitab itu sendiri. Hermeneutika Luther “sola scriptura” serta prinsipnya “was Christum treibet” dan juga dualisme antara isi dan jiwa menghalanginya untuk mengembangkan teologi alkitabiah.   Kemudian dikembangkan oleh O. Glait dan Andreas Fischer, kemudian Walfgang Jacob Christman dalam bukunya yang berjudul Teutsche...

ENGKAU BERHARGA DI MATA ALLAH (Yesaya 43:1-7)

Saya menyapa saudara/saudari yang terkasih didalam nama Tuhan, “syalom”. Saya bersyukur kepada Tuhan dan saya juga berterimakasih kepada bapak gembala dan ibu gembala , yang telah memberikan saya kesempatan untuk menyampaikan firman Tuhan pada pagi hari ini untuk kita semua. Saya membawa renungan dari Kitab Yesaya 43:1-7.   Kita akan baca ayat ini, dan saya minta ayat yang ganjil dibacakan oleh pria dan ayat yang genap dibacakan oleh wanita. Tema yang saya bawakan untuk kita hari ini yaitu “engkau berharga dimata Allah”.   Ilustrasi : Sebelum saya menyampaikan firman Tuhan, saya pernah menonton sebuah film, Dimana dalam sebuah film ini menceritakan tentang seorang pria yang hebat, dia selalu juara 1 dalam memenangkan perlombaan baddminton, dengan kehebatan yang dia miliki dia sangat dikagumi oleh banyak orang dan dipandang orang dengan berharga karena dia membawa nama Negaranya. Namun, dengan beberapa tahun kemudian, karena dia sedang mengalami penyakit dia terpaksa ...

PSL-7 AKU ADA KARENA DIA ADA

Aku hidup dan ku ada, kar’na Tuhan ada. Bahwa aku bisa s’mua, kar’na Dia ada.       Aku hidup dan ku ada, kar’na Tuhan ada. Bahwa aku bisa s’mua, kar’na Dia ada.       Aku hidup dan ku ada, kar’na Tuhan ada. Bahwa aku bisa s’mua, kar’na Dia ada.