Tujuan:
Melakukan kehendak sendiri akan membuat Allah marah
dan teidak senang dengan kita
Renungan:
Raja Balak adalah orang yang memerintah Moab. Balak tidak
menyukai bangsa Israel dan berusaha melawannya, apalagi disaat mendengar bahwa
orang Israel akan menuju negerinya, ia segera memerintah orang penting untuk ke
kota Peor agar menemui seseorang yang bernama Bileam seorang juru tenung supaya
ia mengutuk orang-orang Israel (Balak
mengetahui bahwa orang-orang yang diberkati Bileam mujur dan orang-orang yang
dikutuknya akan hancur). Disaat orang suruhan Raja Balak sampai ditempat
Bileam, maka ia suruh untuk bermalam sebab ia memberitahu jawabannya besok,
sebab Bileam cukup tahu bahwa Tuhan Israel itu berkuasa. Tuhan berbicara kepada
Bileam “Bileam....janganlah mengutuk
bangsa Israel sebab Aku telah memberkati mereka. Pada keesokan harinya
Bileam menyuruh mereka pergi sebab Tuhan tidak menginjinkan.
Para suruhana tersebut kembali kepada raja Balak
untuk memberi laporan, namun Balak bersikeras untuk mengirim sekali lagi utusan
pemuka-pemuka supaya Bileam mau, namun Bileam tetap tidak mau merskipun ditawari emas dan perak oleh orang-orang
utusan raja Balak.
Pada suatu kali Allah berfirman kepada Bileam bahwa
ia boleh datang ke Moab, tetapi mengatakan apa yang difirmankan Allah. namun, setalah
sampai di tempat raja Balak, Bileam tergiur dengan tawaran hadiah yang
diberikan raja sehingga ia mengutuk bangsa Israel. Keputusan Bileam telah melanggar
firman Allah dan Allah akhirnya mengirim
seorang malaikat untuk menghentikan perjalanan Bileam yang hendak
mengutuk Israel dan ia tidak melihatnya, tapi keledainya melihat sehingga
membleok namun Bileam mencambuknya dan membawanya kembali kejalan. Bileam
kembali membawa keledainya kejalan, namun keledai itu melihat lagi malaikat itu
sehingga ia menekan dirinya ke tembok, sebab jalan itu sempit dengan tembok
sebelah menyebelah. Bileam meneruskan kembali jalannya, masalahnya, keledai
Bileam tidak bisa menyususri jalan, maka ia marah sekali dan memukulinya dengan
tongkat. Tiba-tiba keledai itu melihat Bileam dan berbicara “apakah yang
kulakukan kepada tuan sehingga aku di pukuli seperti ini? Pernakah aku berbuat
demikian kepada Tuhan”. Bileam terkejut dan merasa aneh melihat kejadian itu
dengan rasa takut, Bileam menjawab kelaedai itu tidak.
Lalu Bileam menengadah dan melihat malaikat,
akhirnya ia takut hingga tersungkur ditanah disisi keledainya. Malaikat berkata
kepadanya mengapa engkau memukul keledaimu?
Keledaimu telah menyelamatkan nyawamu, jika keledaimu tidak membelok, telah
kubunuh engkau. Keledaimu telah menyelamatkan dirimu sebanyak tiga kali. Akhirnya
Bileam sadar dan mengakui bahwa ia salah dan berdosa dihadapan Allah, bahwa ia
menemui raja Balak untuk kepentingan dirinya sendiri dan telah melanggar
perintah Allah.
Aktifitas:
1.
Perlihatkan
gambar keledai
2.
Meminta anak
menggambar hewan yang ia sukai
3.
Memberitahu anak
bahwa hewan bisa berbicara atas kehendak Allah
4.
Mengikuti
kehendak sendiri dari pada mengikuti kehendak Allah akan mendatangkan murka-Nya
atas kita
Ayat Hafalan:
Tunjukanlah
jalan-Mu kepadaku ya Tuhan (Mazmur 27:11)
Comments
Post a Comment